
AMLAPURA, fokusbali.com – Kelompok Tani Alam Lestari yang diketuai oleh I Ketut Tirtayasa dibentuk secara informal pada tahun 2022 dengan beranggotakan 6 orang.
Fokus utama kelompok ini adalah pelestarian/ konservasi lingkungan dengan cara budidaya lebah bersengat (Apis cerana) dan lebah tak bersengat/ kele bali (Tetragonula laeviceps).
Berdasarkan hasil wawancara dengan Tirtayasa, diperoleh informasi bahwa kelompok ini sangat ingin meningkatkan taraf hidupnya dengan memanfaatkan tegalan yang sudah ada dan tanpa merusak lingkungan (green economy).
Green economy (ekonomi hijau) adalah konsep pembangunan ekonomi yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan meminimalisir dampak negatifnya terhadap lingkungan.
Hal inilah yang menginisiasi I K. Putra Juliantara, S.Pd., M.Si, selaku dosen Program Studi Biologi, FMIPA, Universitas Udayana untuk melaksanakan kegiatan pengembangan green economy bagi Kelompok Tani Alam Lestari melalui budidaya lebah tak bersengat (Heterotrigona itama) karena fokus pada faktor ekonomi dan konservasi lingkungan.
Pertama, faktor ekonomi karena madu kele memiliki harga jual yang relatif tinggi sekitar Rp. 200.000/ 250 ml.
Rata-rata produksi madu kele dari kele bali (Tetragonula laeviceps) yang telah dibudidayakan oleh Kelompok Tani Alam Lestari hanya berkisar 250 ml/koloni/ 6 bulan, sedangkan rata-rata produksi madu kele dari Heterotrigona itama jauh lebih tinggi yaitu 750-1000 ml/ koloni/ 6 bulan.
Kedua, faktor lingkungan karena masyarakat akan termotivasi untuk menjaga vegetasi tumbuhan yang ada, sebab produksi madu sangat tergantung dari ketersediaan nektar pada tumbuhan.
Selain itu, lebah merupakan serangga yang membantu proses penyerbukan tumbuhan sehingga sangat bermanfaat bagi vegetasi tumbuhan sekitar.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini didanai oleh dana PNBP skema PUM Universitas Udayana tahun 2025.
Tim pelaksana terdiri dari 3 dosen yaitu I K. Putra Juliantara, S.Pd., M.Si., Dr. Ni Made Suartini, S.Si., M.Si., Dr. Putu Veri Swastika, M.Si., dua mahasiswa yaitu Maria Yasintha Itu dan Ni Kadek Meilani Parela, serta 14 mahasiswa KKN-PPM XXXI Universitas Udayana.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini meliputi diskusi awal dengan mitra, introduksi koloni lebah, penanaman tumbuhan klengkeng, pelatihan, penerapan teknologi, serta monitoring, evaluasi, dan pendampingan.
Beberapa barang yang dihibahkan kepada Kelompok Tani Alam Lestari adalah 4 koloni lebah Heterotrigona itama, 20 tumbuhan klengkeng, 2 baju pelindung lebah, 2 alat sedot madu, dan 10 botol plastik.
Diskusi awal dengan ketua kelompok tani alam lestari dilaksanakan pada tanggal 1 Juli 2025. Hal ini bertujuan agar mitra mengetahui secara jelas dan detail kegiatan pengabdian yang akan dilaksanakan.
Sementara pada tanggal 20 Juli 2025 dilaksanakan kegiatan introduksi 4 koloni lebah Heterotrigona itama dan penanaman 20 tumbuhan klengkeng (Dimocarpus longan) varietas itoh super.
Introduksi lebah itama ini bertujuan agar lebah dapat beradaptasi dengan habitatnya yang baru.
Pelatihan tentang budidaya lebah Heterotrigona itama dilaksanakan pada 27 Juli 2025. Pelatihan ini terdiri dari 3 sesi yaitu sesi satu terkait pengenalan lebah Heterotrigona itama dengan narasumber Dr. Ni Made Suartini, S.Si., M.Si, sesi dua terkait sumber pakan lebah tak bersengat dan peran masyarakat dalam konservasi lingkungan dengan narasumber I K. Putra Juliantara, S.Pd., M.Si., dan sesi tiga terkait madu lebah tak bersengat dan cara panen, penjaminan kualitas, packaging, marketing madu dengan narasumber Dr. Putu Veri Swastika, M.Si.
Pada sesi ini, juga dilaksanakan pelatihan penerapan teknologi berupa alat sedot madu. Kelompok Tani Alam Lestari melaksanakan uji coba panen madu dengan alat sedot madu.
Keseluruhan rangkaian pelatihan ini bertujuan agar Kelompok Tani Alam Lestari memiliki pengetahuan budidaya lebah itama secara komperehensif sampai pemasaran produknya (hulu ke hilir).
“Ke depannya, kami berharap semoga dengan beternak lebah itama, dapat meningkatkan kesejahteraan kelompok kami,” ujar I Ketut Tirtayasa setelah selesai melaksanakan pelatihan.
Monitoring, evaluasi, dan pendampingan dilaksanakan pada tanggal 18 Agustus 2025 untuk memonitoring kesehatan koloni lebah itama dan pertumbuhan klengkeng.
Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan mendampingi kelompok apabila selama beternak lebah itama menemui kesulitan atau masalah sehingga dapat diberikan solusi.
“Semoga kegiatan pengabdian masyarakat ini memberikan dampak nyata terhadap Kelompok Tani Alam Lestari seperti peningkatan pendapatan dalam aspek produksi dan peningkatan keterampilan budidaya lebah Heterotrigona itama dalam aspek sosial kemasyarakatan,” harap I K. Putra Juliantara, selaku ketua pelaksana.










