Home Fokus Bali Keterlibatan Masyarakat Desa Gesing, Buleleng, dalam Diversifikasi Produk Perikanan Berbahan Baku...

Keterlibatan Masyarakat Desa Gesing, Buleleng, dalam Diversifikasi Produk Perikanan Berbahan Baku Lokal sebagai Bentuk Inovasi dan Pencegah Stunting

Dosen Fakultas Kelautan dan Ilmu Perikanan, Universitas Udayana, melaksanakan program pengabdian masyarakat dengan melibatkan masyarakat Desa Gesing, Buleleng, dalam diversifikasi produk perikanan berbahan baku lokal sebagai bentuk inovasi dan pencegah stunting.
Dosen Fakultas Kelautan dan Ilmu Perikanan, Universitas Udayana melaksanakan program pengabdian masyarakat di Desa Gesing, Buleleng, untuk mencegah stunting. (Ist)

SINGARAJA, fokusbali.com – Pada tahun 2022, terdapat 20% anak di Desa Gesing, Kecamatan Banjar, Kabupaten  Buleleng, Bali terindikasi stunting. 

Stunting adalah kondisi ketika tinggi badan anak lebih rendah dari standar usianya. Stunting disebabkan oleh kekurangan gizi kronis, baik pada ibu saat hamil maupun pada anak saat sedang tumbuh. 

Stunting merupakan masalah kesehatan serius yang menjadi perhatian banyak pihak, terutama di wilayah pedesaan.

Made Ernia Friskayanti selaku ketua kelompok PKK Desa Gesing menyatakan bahwa perlu diadakan pelaksanaan pelatihan dan workshop yang bertujuan untuk memberikan ilmu tentang pengolahan produk perikanan dan diversifikasi olahan variasi makanan yang mempunyai nilai gizi terhadap pencegahan stunting di Desa Gesing. 

Hal inilah yang mendorong tim yang diketuai oleh Suprabadevi Ayumayasari Saraswati, S.Kel., M.Si, dosen Fakultas Kelautan dan Ilmu Perikanan, Universitas Udayana untuk melaksanakan program pengabdian masyarakat dengan melibatkan masyarakat Desa Gesing dalam diversifikasi produk perikanan berbahan baku lokal sebagai bentuk inovasi dan pencegah stunting.

Program pengabdian masyarakat ini merupakan program yang didanai oleh Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Kemdiktisaintek tahun 2025 dengan skema pemberdayaan berbasis masyarakat dengan ruang lingkup pemberdayaan kemitraan masyarakat. 

BACA JUGA:   Artotel Sanur Bali Hadirkan Keseruan Natal dan Tahun Baru dengan Program Promo Kamar dan F&B

Mitra sasaran dalam program ini adalah tim penggerak PKK (TP PKK) Desa Gesing karena memiliki potensi untuk dioptimalkan dalam perannya mencegah stunting di Desa Gesing. 

Tim pelaksana terdiri dari tiga dosen yaitu Suprabadevi Ayumayasari Saraswati, Wayan Darya Kartika, dan I K. Putra Juliantara serta dua mahasiswa yaitu I Made Gede Surasepa Dwi Wedanta dan Uni Putri Audia Marpaung. 

Adapun berbagai tahapan yang dilaksanakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah persiapan, pelaksanaan (penyuluhan kepada siswa di SD N 1 Gesing, pelatihan pengolahan ikan kepada ibu-ibu PKK, serta workshop kepada ibu-ibu PKK dan kader Posyandu Desa Gesing), serta monitoring dan evaluasi. 

Dosen Fakultas Kelautan dan Ilmu Perikanan, Universitas Udayana, melaksanakan program pengabdian masyarakat dengan melibatkan masyarakat Desa Gesing, Buleleng, dalam diversifikasi produk perikanan berbahan baku lokal sebagai bentuk inovasi dan pencegah stunting.

Pada tanggal 22 Agustus 2025, dilaksanakan kegiatan penyuluhan edukasi gemar makan ikan kepada siswa-siswi di SD N 1 Gesing. 

Narasumber dalam penyuluhan ini adalah I Putu Gede Eka Handrayana Putra, S.Pd., M.Si.  bertujuan agar siswa semakin paham betapa penting dan bergizinya makan ikan bagi kesehatan tubuh dan kecerdasan otak. 

“Bagus, orang tua anak-anak kebanyakan berprofesi sebagai petani. Banyak anak-anak kami yang tumbuh kembangnya masih standar. Kami berharap kegiatan ini dapat memenuhi kebutuhan gizi anak-anak,” ujar Plt Kepala Sekolah SD N 1 Gesing, Putu Ayu Pramita, S.Pd., M.Pd. 

BACA JUGA:   Hasil Test Swab di Bangli: 275 Negatif, dan 139 Masih dalam Proses

Selain itu, Nyoman Adinda Paramita, siswa kelas 6 SD N 1 Gesing yang mengikuti kegiatan penyuluhan ini, mengatakan program ini sangat seru karena ada game dan mendapatkan hadiah alat menggambar. 

“Tubuh menjadi lebih sehat dengan makan ikan,” ungkapnya. 

Pengabdian kepada masyarakat dilanjutkan dengan memberikan pelatihan pengolahan ikan kepada ibu-ibu PKK Desa Gesing pada tanggal 23 Agustus 2025. 

Ibu-ibu PKK yang beranggotakan 25 orang ini, belajar secara langsung membuat berbagai jenis olahan ikan seperti pempek ikan, otak-otak ikan, bakso ikan, dan pepes ikan.

Adapun narasumber dalam pelatihan ini adalah Eti Nuryanti, Erni Wahyuning Astuti, dan Made Ernia Friskayanti.  

Selain produknya yang berpotensi untuk meningkatkan kesejahteraan PKK, produk inipun diharapkan dapat berkontribusi bagi pemberian asupan gizi anak-anak di Desa Gesing. 

Salah satu anggota PKK Desa Gesing, Putu Cipta Dewi, menyambut positif kegiatan ini.

“Cukup menarik, walau prosesnya agak sedikit rumit. Dengan membuat sendiri akan terjamin kesehatannya,” tuturnya. 

Sementara pada Minggu, 24 Agustus 2025, dilaksanakan workshop tentang diversifikasi produk perikanan berbahan baku lokal dengan 4 sesi materi workshop. 

BACA JUGA:   Cegah Stunting, Dosen FKP Unud Berdayakan PKK Antiga Kelod dalam Pembuatan Produk Olahan Perikanan

Kegiatan ini diikuti oleh ibu-ibu PKK dan kader Posyandu Desa Gesing. Sesi I workshop diisi dengan materi edukasi pencegahan stunting pada anak-anak dan remaja oleh  (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng dr. Gede Nyoman Subawa. 

Sesi II dengan materi jenis komoditas ikan, konsumsi, dan resiko zoonosis oleh Endang Wulandari Suryaningtyas, S.Pi., MP. Sesi III dengan materi bahan pengawet dalam produk awetan dan frozen oleh Ni Luh Putu Kayika Febryanti, S.Si, dan sesi IV dengan materi menu olahan ikan tradisional dan frozen oleh I Wayan Darya Kartika, S.Pi., M.Si. 

“Semoga berbagai kegiatan pengabdian yang telah dilaksanakan berkontribusi dalam menciptakan generasi anak yang lebih sehat (bebas stunting), meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat, dan mendorong pembangunan nasional yang berkelanjutan sesuai dengan tujuan SDGs,” harap  Suprabadevi Ayumayasari Saraswati selaku ketua pelaksana pengabdian. (Adv/fb)

Komentar