BANGLI, fokusbali.com – Beberapa kegiatan fisik yang menelan anggaran puluhan milyar rupiah di Kabupaten Bangli sedang dikebut pengerjaannya. Namun demikian di tengah masifnya proses pengerjaan tidak dibarengi dengan monitoring yang dilakukan Komisi III DPRD Bangli.
Realita ini tidak ditampik Ketua DPRD Bangli I Ketut Suastika. Menurut Ketut Suastika kegiatan, pengawasan langsung ke lapangan dinilai penting tiada lain untuk memastikan pembangunan yang dibiayai melalui APBD berjalan sesuai perencanaan.
Pihaknya mengatakan ranah untuk lakukan pengawasan merupakan tugas dari rekan-rekan Komisi III.
“Tupoksi Komisi III tidak cukup hanya melakukan rapat kerja, tetapi juga perlu diikuti dengan pemantauan pekerjaan fisik di lapangan, sehingga Dewan dapat memastikan pembangunan yang telah dianggarkan benar-benar terealisasi sesuai rencana,” katanya, Jumat (6/11/2026).
Apalagi sejumlah proyek fisik tengah dikerjakan tahun ini. Seperti diketahui beberapa diantaranya memiliki nilai anggaran cukup besar dan berlokasi tidak jauh dari gedung DPRD Bangli.
Salah satunya pembangunan rumah jabatan bupati dengan anggaran Rp30 miliar dan lanjutan pembangunan GOR Bangli Sport Center yang menelan anggaran Rp30 miliar serta pembangunan Rumdis Kapolres dan Wakapolres, Sasana Bayangkara, dan gedung TK Bayangkari.
Selain itu, terdapat pula proyek lanjutan pembangunan Sasana Budaya Giri Kusuma.
“Sudah mendekati akhir tahun seharusnya Komisi III sudah menjadwalkan lakukan monitoring, nanti akan saya perintahkan untuk dilaksanakan monitoring,” tegasnya.
Dengan lantang Suastika menekankan apabila Komisi III belum menjadwalkan kegiatan tersebut, dirinya selaku pimpinan DPRD akan mengambil inisiatif untuk menjadwalkan monitoring.
Suastika mengutarakan kunjungan Dewan ke lapangan bukan bertujuan mencari kesalahan, melainkan memastikan hasil pembangunan sesuai dengan perencanaan.
“Bukan mencari kesalahan.Sebagai fungsi kontrol harus dilaksanakan tugasnya.Benar tidak ada bangunan sesuai rencana,” pungkasnya. (kbg)










