DENPASAR, fokusbali.com – Adya Foundation telah mengumumkan rencana pembubaran yayasan sejak 27 September 2024. Yayasan ini pertama kali diinisiasi pada Agustus 2019, dan setelah melalui berbagai proses, resmi menjadi yayasan pada 18 Januari 2021 melalui Surat Keputusan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dengan nomor AHU-0002378.AH.01.04 Tahun 2021.
Setelah melalui berbagai tantangan administratif dan keterbatasan dalam mencapainya tujuan menjadi alasan utama pembubaran tersebut.
Pihak yayasan menyampaikan, walaupun telah berusaha untuk berkontribusi dan mempertahankan kinerja yayasan, namun keterbatasan sumber daya tidak terhindarkan membuat keputusan ini tetap diambil.
Pasca keputusan pembubaran Yayasan Adya Pelita Indonesia atau yang lebih dikenal dengan Adya Foundation tersebut, setelah melalui berbagai proses, pada 18 Maret 2025 telah dilakukan Rapat Umum Pembina, pengurus dan pengawas yayasan yang berkedudukan di Denpasar.
Keputusan ini diambil setelah pertimbangan matang, mengingat keterbatasan sumber daya yang semakin dirasakan sejak tahun 2023.
Berdasarkan rapat tersebut, telah ditunjuk tim likuidator guna menyelesaikan proses tersebut.
“Bersamaan dengan proses tersebut, kami mengumumkan bahwa pihak yang berkepentingan dapat menghubungi Tim Likuidator Yayasan selambat-lambatnya 60 (enam puluh) hari sejak tanggal pengumuman ini (20 Maret 2025),” tulis pihak yayasan kepada media untuk diumumkan secara resmi.
Pihak yayasan juga menyampaikan, walaupun Adya Foundation sebagai sebuah lembaga hukum akan berakhir, semangat untuk meningkatkan literasi di kalangan anak-anak akan terus berlanjut melalui Adya Community.
Dengan hadirnya Adya Community, harapan dan gerakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan literasi anak-anak Indonesia tetap ada.
Masih dengan misi yang sama, untuk meningkatkan literasi anak melalui buku bergambar kontekstual, Adya Community menjadi wadah baru berkreativitas bagi anak.
