UBUD, fokusbali.com – Pariwisata Bali terus menggeliat untuk bangkit setelah dibukanya pariwisata untuk wisatawan domestik pada 31 Juli yang lalu dan akan diikuti dengan dibukanya pariwisata untuk wisatawan mancanegara September depan. Salah satu optimisme ditunjukan Prasi Hospitality lewat Grand Opening The Sun Heaven Ubud, yang berlokasi di Banjar Pinjul, Desa Kendran, Tegalalang, Ubud.
The Sun Heaven Ubud berdiri diatas lahan seluas 40 are menawarkan 8 unit Suites, 8 Super Deluxe, 2 Royal Suites dan 6 Villa dengan Private Pool. Selain itu juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti public pool, Yoshiga Spa, Restaurant, Gym dan jaringan Wifi di seluruh areal resort.
Resort mewah ini mengusung perpaduan konsep persawahan dan budaya yang dijamin akan membuat tamu merasakan damai dan nyamannya pedesaan ala Desa Wisata Ubud.

Salah satu konsep yang ditonjolkan adalah Kunang-kunang yang uniknya masih bisa dilihat diperaswahan disekitar resort ini.
“Konsep kami lebih ke kunang-kunang yang saat ini hampir punah karena perkembangan jaman. Kami ingin mengangkat kembali atau bahkan membudidayakan kunang-kunang ini,” ujar Gede Sedana, Resort Manager The Sun Heaven, disela grand opening, Sabtu (8/8).
Selain alam, resort ini juga mengangkat konsep budaya yakni dengan berinteraksi langsung dengan aktifitas masyarakat di desa disekitar.
“Tamu akan kami arahkan untuk mengunjungi aktifitas budaya dan seni yang ada di desa. Kami juga arahkan aktifitas disawah lebih ke tradisional seperti kembali menggunakan sapi untuk membajak sawah, bukannya mesin,” ujarnya.

Terkait protokol kesehatan di new noral pariwisata, Gede Sedana menjelaskan pihaknya sudah menjalankan sesuai instruksi pemerintah seperti penggunaan masker, face shield, sarung tangan, thermo check dan menyarankan tamu untuk mencuci tangan.
Sementara Wayan Ariadi, Direktur Utama Prasi Hospitality Management selaku pengelola resort menyatakan, resort ini dibangun berdasarkan konsep budaya yang sudah hilang.
Nama The Sun Heaven sendiri menurutnya menjelaskan bahwa surga itu ada di bumi sedangkan dari logo yakni menggunakan kunang-kunang apalagi resort ini dikelilingi areal persawahan. Secara keseluruhan pihaknya menonjolkan konsep Balinese style dan Balinese hospitality.
“Resort ini menampilkan konsep apa yang ada di persawahan. Jadi kami menonjolkan konsep Bali dari segi fisik bangunan dan pelayanan yang bisa membangkitkan pariwisata Bali khususnya Ubud. Selain itu kami juga bersinergi dengan masyarakat. Jadi semoga ini bisa memajukan warga sekitar,” jelasnya.
Pemilihan daerah Tegalalang pun menjadi salah satu pertimbangan karena daerah ini memiliki udara yang sejuk dan air yang bersih sehingga kunang-kunang pun masih bisa ditemui disini.
Terkait pengembangbiakan kunang-kunang ini, pihaknya juga sudah mengundang para ahli dan sudah mendapat dukungan dari camat setempat.

Selain areal persawahan yang mengelilingi The Sun Heaven, tamu yang menginap disini juga dapat menikmati wisata alam lain yang jaraknya cukup dekat diantaranya Telaga Waja, sebuah tempat melukat (pembersihan diri) yang berjarak hanya 30 menit dari resort.
Kemudian ada air terjun Manuaba yang masih alami dan ada wisata alam persawahan yang terkenal di Tegalalang yakni objek wisata Ceking, selain juga dekat dengan obejk wisata Tampaksiring.
Wayan Ariadi menjelaskan, lewat grand opening ini, pihaknya juga ingin menunjukan optimisme bangkitnya pariwisata Bali dan bahwa di Bali ini aman.









