Home Fokus Bali Pastikan Keselamatan Pelayaran, BTKP Gelar Sosialisasi Aplikasi Simakespel

Pastikan Keselamatan Pelayaran, BTKP Gelar Sosialisasi Aplikasi Simakespel

BTKP gelar sosialisasi aplikasi Simakespel di Kuta, Badung, Senin (16/10).
BTKP gelar sosialisasi aplikasi Simakespel di Kuta, Badung, Senin (16/10).

MANGUPURA, fokusbali.com – Balai Teknologi Keselamatan Pelayaran (BTKP) menggelar sosialisasi penggunaan aplikasi Sistem Manaemen Alat Keselamatan Pelayaran (Simakespel).

Kegiatan ini diikuti 82 Service Station Wilayah Indonesia Tengah dan 20 Unit Pelaksana Teknis, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, bertempat di Kuta, Badung, pada Senin (16/10) dan Selasa (17/10).

Menurut Kepala Balai Teknologi Keselamatan Pelayaran Eko Sudarmanto, kegiatan ini digelar dalam rangka mendukung penyelenggaraan keselamatan pelayaran yang baik dan aman, baik untuk awak kapal, penumpang maupun pemilik kapal atau operator kapal itu sendiri.

“BTKP mempunyai tugas pokok dan fungsi salah satunya untuk memastikan alat-alat keselamatan pelayaran yang dipasang atau yang berada di atas kapal dapat berguna dan berfungsi sebagaimana mestinya,” ujarnya saat sosialisasi Simakespel di Kuta, Senin (16/10/2023).

Eko menjelaskan pentingnya memaksimalkan penggunaan aplikasi ini mengingat dampak buruk kalau kapal tidak melakukan perawatan, dan apabila terjadi kecelakaan seperti alat pelampungnya tidak bisa mengembang atau makanan cadangannya kadaluarsa.

Untuk itulah pemerintah harus memastikan alat di kapal dirawat dan bisa berfungsi sesuai standar.

BACA JUGA:   Lewat Program berKelana di Bali, Ambarrukmo Hadirkan Suasana Pasar Tradisional Jawa ke Bali

Sosialisasi fitur terbaru aplikasi Simakespel ini, lanjut Eko, merupakan bentuk pengawasan dan monitoring kepada Penyedia Jasa Perawatan dan Perbaikan Perlengkapan Kapal dan Komponen Kapal atau yang biasa disebut Service Station.

“Sosialisasi diadakan agar bersama-sama pihak terkait dapat menggunakan aplikasi Simakespel dengan mudah dan cepat serta mempunyai persepsi yang sama terhadap pelaksanannya,” ujarnya.

Eko menambahkan, lewat aplikasi ini, Kemenhub dapat mendata kapal-kapal yang sudah melakukan perawatan rutin tahunan dan layak beroperasi, dan akan berdampak positif pada pendapatan penerimaan negara.

Eko mengingatkan jika terjadi kecelakaan yang disebabkan oleh kelalaian perawatan, maka izin usaha penyedia jasa akan dibekukan karena tidak melakukan pekerjaan dengan benar, mengingat mereka kepanjangan tangan pemerintah untuk memastikan alat bekerja dengan baik.

Sementara Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Hartanto, dalam sambutannya secara daring, mengingatkan agar alat-alat keselamatan pelayaran yang dipasang diatas kapal dapat digunakan dengan baik dan selalu dirawat sesuai dengan aturan yang berlaku dan ini juga harus menjadi fokus awak kapal, pemilik kapal dan juga service station yang melakukan perawatannya serta Para Syahbandar yang melakukan pengawasannya.

BACA JUGA:   Dari Croissant hingga Quiche Medan: fas.a.fas Hadirkan Nuansa Prancis di Ubud

“Kegiatan hari ini adalah upaya untuk menjamin kualitas perawatan dan perbaikan perlengkapan kapal dan komponen kapal yang dilakukan oleh penyedia Jasa. Aplikasi Simakespel ini adalah penunjang pelayanan di BTKP sehingga dapat mewujudkan pelayanan publik yang lebih mudah, praktis, dan transparan,” paparnya.

Komentar