DENPASAR, fokusbali.com – Santrian Gallery Sanur menggelar pameran seni rupa yang menampilkan 16 karya seni, namun melibatkan lebih dari 50 seniman baik individu dan komunitas dengan tema “Sip Setiap Saat”.
Pameran ini dibuka pada 24 Desember 2020 di Griya Santrian Gallery sementara peresmian pameran pada 28 Desember 2020, oleh Ida Bagus Gede Sidharta Putra dan menampilkan musisi ternama Tanah Air, Indra Lesmana. Pameran belangsung selama satu bulan, dari tanggal, 24 Desember 2020 – 25 Januari 2021.
Karya-karya yang dipamerkan sangat beragam, mulai dari Seni Lukis, Seni Lukis Prasi, Seni Grafis, Seni Patung, Instalasi, Video Art hingga Performance Art.
Karya seni dengan berbagai gaya dan ukuran itu tak hanya dipajang di ruang gallery, tetapi juga aeral hotel sampai pantai.
Kurator I Wayan Seriyoga Parta mengatakan, tahun 2020 merupakan masa yang berat bagi umat manusia.
Diawal tahun, menghadapi sebuah bencana besar yang sebelumnya tidak pernah dibayangkan oleh umat manusia, yaitu pandemi virus korona (Covid 19).
Namun, lanjutnya, kondisi ini tidak menyurutkan kreativas kita untuk berkarya seni, khusus seni rupa. Geliat kreativitas sangat penting untuk selalu digerakkan, bukan dalam rangka terlena dalam mimpi dan imajinasi kosong dan kehilangan kewaspadaan di tengah pandemi.

“Santrian Gallery Sanur sebagai ruang seni dalam medan seni rupa Bali, tidak ingin menjadikan kondisi pandemi sebagai halangan bagi gerak laku kreativitas seni rupa. Kami mengundang para perupa untuk terlibat merespon tema Sip Setiap Saat, dengan karya yang beragam media merespon areal galeri Santrian Sanur,” ungkapnya saat temu media di Santrian Gallery Sanur, Selasa (22/12).
Sementara salah satu pelukis Made Arya Palguna mengharapkan pameran ini bisa memicu gallery-gallery lain untuk mulai aktif menggelar pameran seni.
“Semoga tahun depan gallery-gallery mulai aktif dan memeberikan kontribusi kepada dunia seni dan seniman di Bali. Dan semoga event ini bisa memberi semangat tidak hanya kepada dunia seni tapi juga kepada masyarakat umum,” ujarnya.
Para peserta pameran dipilih berdasarkan konsep kurasi. Ada perupa I Nyoman Erawan berkolaborasi dengan putranya yakni Putu Sastra Wibawa, Hardiman dan Komunitas Studio Grafis Undiksa, I Wayan Sujana Suklu dan Komunitas Batu Belah (Intalasi Patung paras),
Made Wiradana dan Kumintas Jepun Residen (Instalasi lukisan Perahu), dan Militan Art (karya Kolaboratif).
Sementara perupa I Nyoman Suardina (Patung kayu) x Wayan Suardana (Patung Kayu), Bayak and Family (karya kolaborasi), Marmar Herayukti (Instalasi in door), Ida Bagus Putu Purwa & Teja Astawa (keramik painting), Made Arya Palguna x Wayan Mudra (Keramik), I Gede Made Surya Darma (Painting dan performace Art), Studio X Abstraculation Nyoman Sani dan Ayu Winastri (Art Installation), O Prasi (media Lontar) dan Bali New Media Syndicate (BNS) (Video Mapping).










