LABUAN BAJO, fokusbali.com – Kegiatan G20 yang dipusatkan di Bali dipastikan akan memberikan dampak ekonomi yang cukup besar bagi daerah sekitarnya. Seperti destinasi wisata Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, yang turut mendapat kesempatan menjadi tuan rumah 10 Side Meeting pada periode Mei 2022 hingga November 2022.
Shana Fatina, Direktur Utama BPOLBF (Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores) menjelaskan, bahwasanya diatas kertas dampak ekonomi langsung diprediksi mencapai USD 3 juta akan beredar di Labuan Bajo dan kabupaten sekitarnya.
“Perhitungan itu dengan asumsi wisatawan G20 mempunyai daya beli tujuh kali lipat dibandingkan wisatawan pada umumnya. Sepuluh kegiatan side meeting dengan peserta kurang lebih 800 orang dikalikan USD 2000. Ini masih perhitungan kasar, belum lagi apabila ada peserta yang ingin menambah masa tinggal,” ungkap Shana Fatina saat jumpa media di Labuan Bajo, NTT, Kamis (10/02/2022).
Sebab itu, lanjut Shana, BPOLBF, Pemda NTT, Pemkab NTT, Kemenparekraf dan stakeholder terkait bergandengan tangan bertekad untuk mensukseskan acara side meeting G20 di Labuan Bajo.
Kuncinya kolaborasi berbagai pihak, dan juga peran aktif masyarakat tentunya.
Berbagai persiapan dilakukan, dari ketersediaan kamar hotel, kesiapan infrastruktur hingga paket wisata ke berbagai destinasi wisata di Labuan Bajo dan kabupaten sekitarnya. Dimana Labuan Bajo sebagai hub untuk kabupaten lain di Flores.
“Kami tawarkan paket-paket wisata menarik agar masa tinggal peserta bisa lebih lama, selain itu dibeberapa spot juga kami berikan tempat masyarakat untuk menawarkan produk kreatifnya. Atraksi wisata juga digelar di sejumlah tempat, tentunya dengan protokol kesehatan yang ketat,” ungkap Shana.
Ditengah harapan tersebut, ancaman pandemi tentunya menjadi tantangan yang tidak mudah. Sebab itu kerjasama berbagi pihak termasuk juga masyarakat akan menentukan kesuksesan acara ini.
“Protokol kesehatan yang ketat tentunya menjadi kewajiban, selain itu akan diterapkan travel bubble demi keamanan bersama. Kami berharap pandemi ini bisa menurun agar masyarakat bisa merasakan buah manis dari kegiatan ini, setelah sekian lama pariwisata terpuruk akibat pandemi,” harap Shana.
Adapun agenda 10 Side Meeting G20 di Labuan Bajo diantaranya Tourism Working Group yang akan digelar Mei 2022, lalu pada 27 Juni digelar 2nd seminar/workshop ECSWG (Environment and Climate Sustainability), 28-29 Juni: 2nd ECSWG meeting (Environment and Climate Sustainability), 20 Juli: 3rd DETF Meeting (Digital Economy Task Force), 21-22 Juli: 3rd DEFT Meeting (Digital Economy Task Force), 19-20 September 2022: 3rd TIIWG Meeting (Trade, Investment, and Industry Working Group Meeting).
Selanjutnya pada 21-23 September 2022 : TIIWG Meeting (Trade, Investment and Industry Ministerial Meeting), 21 September: Seminar (Finance Track), 22-23 September: 4th IFAWG (Internasional Financial Architecture), dan Oktober 2022 (TBD) : Tourism Ministerial Meeting (Site Visit).










