Home Fokus Bali Kodim Bangli Rancang Solusi Serbuan Lalat Serta Pembangunan Jalan Hingga RTLH Tuntas

Kodim Bangli Rancang Solusi Serbuan Lalat Serta Pembangunan Jalan Hingga RTLH Tuntas

Kodim Bangli Rancang Solusi Serbuan Lalat Serta Pembangunan Jalan Hingga RTLH Tuntas

BANGLI, fokusali.com – Kodim 1626/Bangli berencana turun tangan mengentaskan fenomena serbuan lalat di wilayah Kintamani yang terjadi akibat penggunaan pupuk basah. 

Bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Bali, instansi bidang keamanan ini masih mematangkan perencanaan inovasi dan sosialisasi pemanfaatan pupuk organik yang ramah lingkungan dengan minim ekses negatif. 

Hal ini terungkap dalam Kegiatan Kunjungan Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026, Senin (10/8).

Dandim 1626/Bangli, Letnan Kolonel Inf Yugi Prastawa, S. I. P., M. I. P dalam pemaparannya menyampaikan sasaran TMMD tahun ini di Desa Sekardadi, Kecamatan Kintamani telah tuntas ditunaikan.

Kodim 1626/Bangli mengerjakan dinding penahan tanah (DPT) sepanjang 25 meter dan setinggi 1,5 meter di 4 titik, rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) sebanyak 5 unit, rehabilitasi mandi, cuci, kakus (MCK) sebanyak 5 unit, revitalisasi sumber air di 3 banjar dan pipanisasi sepanjang 2.000 meter maupun pembuatan jalan rabat beton dengan panjang sebesar 1.766 meter, lebar sebesar 3 meter, dan tinggi sebesar 12 meter. 

BACA JUGA:   20 Tahun UHA: Dorong Peran Organisasi dalam Pengambilan Keputusan di Dunia Pariwisata

Menyisakan sedikit pekerjaan lainnya seperti normalisasi Danau Batur, pemberian 100 paket nutrisi tambahan, penanaman 500 pohon mahoni, maupun penanganan pengelolaan sampah yang berlangsung dalam waktu dekat. 

“Dalam waktu singkat selama 30 hari, kondisi geografis yang merupakan rah perbukitan dan medan yang terjal menjadi tantangan dalam pengangkutan material dan mobilisasi alat berat,” ungkapnya.

Pekerjaan fisik tersebut menelan anggaran Pemerintah Kabupaten Bangli yang bersumber dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) sebesar Rp1,25 miliar. 

Anggaran Pemkab  Bangli lainnya senilai Rp250 juta digelontorkan untuk aneka penyuluhan mulai dari terorisme, keamanan ketertiban masyarakat hingga koperasi desa merah putih (KDMP). 

Lalu dana dari Mabes TNI sebesar Rp 484,5 juta digunakan untuk memenuhi kebutuhan operasional dan logistik. 

“TMMD di desa kami sangat bermanfaat karena menghadirkan jalan rapat beton sehingga bisa mempercepat akses masyarakat ke lokasi pertanian maupun pengangkutan peralatan dan hasil panennya,” ujar Perbekel Desa Sekardadi, Wayan Suardana Yasa ditemui usai acara.

Sementara itu Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar mengapresiasi kinerja Kodim 1626/Bangli. 

BACA JUGA:   Menparekraf Dorong Pelaku Sektor Parekraf dapat Prioritas Vaksinasi

Menurutnya, masyarakat bersama TNI saling bersinergi dalam pembangunan Desa Sekardadi. 

Adanya kunjungan Wasev kemudian diharapkan bisa memberikan masukan demi kemajuan TMMD berikutnya. Waaster Kasad Bidang Renminter (Wakil Asisten Teritorial Kepala Staf Angkatan Darat Bidang Perencanaan, Pembinaan, dan Manajerial Teritorial) Mabes TNI AD, Brigjen TNI Jamaluddin, S.I.P., M.I.P. yang meninjau lokasi penyuluhan posyandu, MCK, maupun RTLH di lapangan, menyebutkan bahwa TMMD akan terus dilaksanakan ke depannya.

Ia berujar TMMD adalah program strategis yang memiliki kebermanfaatan yang besar bagi masyarakat dalam hal pembangunan desa. “Triwulan IV pada Oktober-November bahkan sudah dirancang,” pungkasnya. (kbg)

Komentar