SINGARAJA, fokusbali.com – Dosen Ilmu Kelautan Universitas Udayana (UNUD) menginisiasi desa wisata bawah air melalui kegiatan transplantasi terumbu karang pada Sabtu (7/9/2024), dengan menggandeng beberapa warga Bondalem yang berprofesi sebagai diver sebagai peserta kegiatan yang dilangsungkan di pantai Lippah, Desa Bondalem, Singaraja, Bali.
Aksi transplantasi terumbu karang ini dilakukan selama tiga hari pada kedalaman sekitar 5 – 10 meter di bawah air.
Kerangka yang digunakan dalam kegiatan ini adalah menggunakan besi ukuran 12 inchi yang dipotong sesuai ukuran yang telah ditentukan.
Potongan-potongan besi tersebut dirangkai dengan menggunakan las dan dibentuk menyerupai jaring laba-laba sebanyak 15 buah.
Kegiatan ini diikuti oleh 12 mahasiswa FKP Udayana, 5 dosen FKP Udayana, dan 7 orang dari Kelompok Pengawas Masyarakat Desa Bondalem.
Para peserta saling membantu untuk mengikat 500 bibit karang pada 100 struktur yang berisi enam rangka.
Tak kurang dari total 180 bibit karang merupakan bibit alami yang didapatkan dari patahan karang langsung dari Desa Bondalem.
Koordinator program studi Ilmu kelautan FKP UNUD sekaligus ketua kegiatan Dr. Dwi Budi Wiyanto, S. Kel, MP turut melakukan diving untuk membantu dalam penanaman terumbu karang di dasar laut.
“Transplantasi ini sangat penting untuk mengatasi kerusakan terumbu karang akibat aktivitas manusia, perubahan iklim, dan bencana alam. Harapan transplantasi terumbu karang di masa depan dapat berdampak pada Pemulihan Ekosistem Laut terutama terumbu karang yang menyediakan habitat bagi berbagai spesies laut,” ujarnya.
Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga laut dan mendorong praktik-praktik berkelanjutan.
Kegiatan Transplantasi terumbu karang ini menjadi tombak awal bagi FKP Unud untuk terus secara aktif hadir melestarikan terumbu karang, serta mengembangkan sektor pariwisata di Desa Bondalem pada masa yang akan mendatang
Sugiarta, selaku perwakilan dari Desa Bondalem serta Ketua Kelompok Pengawas Masyarakat, berharap program transplantasi terumbu karang ini bisa membantu warga di Desa Bondalem untuk mengembangkan wisata terumbu karang bawah air.
“Banyak negara yang bergantung pada pariwisata laut seperti menyelam dan snorkeling. Transplantasi terumbu karang dapat menjaga daya tarik pariwisata dan memberikan manfaat ekonomi jangka Panjang,” imbuhnya.
Dengan adanya program transplantasi terumbu karang ini diharapkan bisa membangun semangat para warga desa Bondalem untuk terus melestarikan terumbu karang yang diharapkan bisa mendobrak perekonomian masyarakat di waktu yang akan datang.
Upaya keberlanjutan transplantasi terumbu karang dalam konservasi sangat penting untuk memastikan bahwa ekosistem laut tetap terjaga dan terumbu karang bisa pulih dengan baik.
