DENPASAR, fokusbali.com – Enam Disc Jockey (DJ) lokal Bali sukses memeriahkan event perdana “Lost in University Party” yang digelar oleh pihak manajemen Blackout Social House Bali di Kompleks Pertokoan Mama Leon, Denpasar, Minggu (28/1/2024).
Aggy, selaku Penanggungjawab Blackout Social House Bali menjelaskan, keenam DJ tersebut masing-masing, DJ Vee, DJ Aj Ady Rf, DJ Agus Romi, DJ Ficko Saputra, DJ Daniel Christo, dan DJ Donny Panda.
Dengan durasi perform tiap DJ selama 45 menit, mereka saling menunjukkan skill mixing Electronic Dance Music (EDM) secara menarik, atraktif, dan memukau para pengunjung.
Dimulai dari FDJ Vee yang memainkan lagu-lagu bergenre Tech House, dilanjutkan oleh DJ Aj Ady Rf yang membuat para pengunjung semakin enjoy saat menikmati sajian makanan dan minuman dengan diiringi alunan musik dalam kehangatan suasana di tempat tersebut.
Disusul penampilan DJ Agus Romi yang mampu menggiring para tamu untuk mengikuti hentakan musik sambil berjoget bersama dengan dipandu oleh “crowd control” MC Faisal.
Saat giliran DJ Ficko Saputra menunjukkan skill mixingnya yang mampu merangsang para pengunjung untuk semakin asyik berjoget hingga merangsek tepat di bibir stage.
Disela waktu performnya, kolaborasi DJ Ficko Saputra dan MC Vars tiba-tiba memberikan apresiasi dan kejutan kepada seorang staf Blackout Social House Bali, yang saat itu sedang merayakan ulang tahunnya, sehingga membuat suasana semakin riuh dan semuanya larut dalam suka cita party malam itu.
Dilanjutkan penampilan DJ Daniel Christo yang menghadirkan sederet lagu pilihan dengan gaya mixing yang keren, membuat para pengunjung semakin asyik berjoget dan betah nongkrong melewati sepertiga malam.
Kemudian disusul penampilan DJ Donny Panda yang memukau para pengunjung menikmati kemeriahan party lewat skillnya saat memperdengarkan lagu-lagu yang diputar di alat DJ Pioneer XDJ RX-3.
Jelang penghujung acara, keenam DJ kembali perform secara bergantian di atas stage dan berjoget bareng para pengunjung yang larut dalam kemeriahan party yang untuk pertama kalinya digelar di Blackout Social House Bali.
Bahkan untuk memanjakan para pengunjung yang dibatasi hingga 80 orang tersebut, agar merasa nyaman dan enjoy hingga bubaran, maka pihak manajemen terpaksa harus menolak calon pengunjung yang baru saja datang, karena kapasitas yang sudah penuh sesak hingga semua VIP sofa dan regular table laku terjual laris manis.
“Event party yang berlangsung mulai pukul 21.00 WITA ini seharusnya berakhir pada jam 3 pagi, namun dengan berbagai pertimbangan, maka harus kami akhirnya pada pukul 04.00 WITA, karena masih ramainya pengunjung yang ada di dalam club tersebut,” ujar Aggy.
Terkait apresiasi, dukungan, dan harapan para pengunjung tersebut, pihak pengelola Blackout Social House Bali masih belum bisa memberikan jawaban pasti, namun Aggy berjanji dalam kurun waktu dekat ini segera menginformasi lewat media dan semua social media tentang kapan hari dan tanggal penyelenggaraan event party berikutnya.
“Jadi, event “Lost in University Party” ini digelar, selain untuk pengenalan nightclub baru yang ada di Kota Denpasar dengan konsep “interior exclusive”, juga sebagai tempat berkumpul sambil diskusi bagi para DJ lokal Bali untuk menunjukan skillnya sekaligus menambah jam terbang perform. Blackout Social House Bali sangat cocok sebagai titik kumpul dan tongkrongan eksklusif bagi anak-anak muda di Kota Denpasar,” tutup Aggy, didampingi DJ Ficko Saputra.





