
DENPASAR, fokusbali.com – Untuk kali kelima, beberapa asosiasi dan pelaku industri Hospitality di Bali khususnya di bidang Food and Beverage, menggelar kegiatan sosial untuk tenaga kerja terdampak pandemi COVID-19. Bali Hospitality Movement Edisi V yang berlangsung Kamis (25/6), menyalurkan paket sembako kepada tenaga kerja di bidang food and beverage.
Menurut Made Bagia Arsana salah satu pencetus kegiatan ini, Bali Hospitality Movement Edisi V menyasar para tenaga kerja di bidang food and beverage, dengan membagikan sebanyak 250 kilogram beras, 1500 butir telor, 25 box mie instant, 50 liter minyak goreng, paket sayurandan handsanitizer di setiap pembagiannya.
Bali Hospitality Movement, lanjutnya, merupakan kegiatan penggalangan dana yang nantinya akan disalurkan kepada para pelaku dunia Hospitality yang terdampak pandemi COVID-19.
Pembagian sembako telah dilangsungkan sejak tanggal 1 juni 2020. Kegiatan ini akan di lakukan berkala selama COVID-19 berlangsung hingga situasi kembali menjadi normal.
“Kami sangat berharap kepedulian dari rekan-rekan brand produk, distributor, ataupun donatur yang terketuk hatinya untuk ikut serta mendukung kegiatan kami, guna membantu rekan rekan kami yang sedang dalam situasi sulit, semoga kegiatan ini bs menjadi pemicu kegiatan kegiatan serupa guna membantu rekan-rekan kita,” ujar Made Bagia Arsana, Kamis (25/6).
Kegiatan ini nantinya akan menyasar sekita 500 – 1000 orang yang yang terkena dampak, dan dibagi menjadi beberapa volume.
Untuk menunjang kegiatan ini dibuatkan pula beberapa aktifitas seperti live streaming DJ, live streaming cooking, mixology, maupun lelang produk secara online guna menghimpun dana.
Beberapa asosiasi pendukung kegiatan ini diantaranya adalah IFBMA, LMC, HBI, Angkat Movement, Club Concious, ABA, UFBC, ICA.
“Semoga bisa bermanfaat, jangan liat nilainya tetapi semoga bisa menjadi manfaat untuk yang membutuhkan dan niat tulus kami untuk membantu, semoga teman-teman lain tergerak hatinya untuk ikut bersama kami saling berangkulan membantu saudara-saudara kita yang terdampak,” jelas Henry Alexie Bloem selaku Presiden Indonesia Chef Association (ICA).








