Kalahkan Market China, Wisatawan India Masuk Peringkat Kedua di Bali

Kalahkan Market China, Wisatawan India Masuk Peringkat Kedua di Bali

KUTA, fokusbali.com – Pangsa pasar wisatawan asal India saat ini menjadi salah satu yang paling menjanjikan untuk dunia pariwisata di Bali. Terbukti tahun ini, wisman asal India menjadi yang terbanyak kedua mengunjungi Bali, setelah wisman Australia.

Sebagai respon atas potensi yang menjanjikan dari pasar wisman India, Bali Sales and Marketing Community (BASCOMM) menyelenggarakan lokakarya dengan menghadirkan spesialis pasar India Shyam Upadhyay selaku Direktur U&I Holidays India, dan Puneet Malhotra selaku pendiri Queen’s Bali Group, di Hotel Puri Saron Seminyak, Rabu (10/5/2023).

Lokakarya ini diikuti oleh 250 orang dari berbagai perusahaan terkait pariwisata Bali, termasuk hotel, vila, resor, dan penyedia paket aktivitas dan liburan.

Menurut Putu Arisudhiana, Ketua BASCOMM, seiring bertambahnya populasi penduduk India di dunia, jumlah wisatawan India yang datang ke Bali juga terus meningkat dari tahun ke tahun, saat ini berada diperingkat kedua kalahkan wisatawan China yang berada di peringkat ketiga.

“Saat ini mereka (India) adalah pasar terbesar kedua setelah Australia yang ada di posisi pertama, growthnya sekitar 30-50 persen,” terang Putu Arisudhiana.
Namun sayangnya antusiasme ini belum didukung dengan jalur penerbangan langsung (direct flight) dari India menuju Bali.

BACA JUGA:   Pokdarwis Manggrove Village Jembrana Gandeng SUP Gelar Lomba Dayung Tradisional

Sehingga dari segi cost jika dibandingkan dengan destinasi lain, penerbangan ke Bali akan lebih mahal daripada destinasi lain seperti Maldives.

Arisudhiana menjelaskan, sebelum pandemi pihaknya bersama dengan asosiasi profesi pekerja pariwisata lain sudah pernah berdiskusi dengan salah satu pihak maskapai nasional milik Indonesia, untuk menghadirkan direct flight menuju Bali namun sayangnya sampai saat ini belum ada realisasinya.
Terkait ketertarikan wisatawan India terhadap Bali, Arisudhiana menuturkan wisatawan India banyak yang menghabiskan waktu mereka untuk keliling berbelanja, menikmati spa, club ataupun berwisata kuliner.

“Wisatawan India tipe yang ketika puas berbelanja akan supportive dengan datang kembali membawa teman lainnya,” paparnya.

Saat ini penyedia akomodasi di Bali sudah banyak yang mulai mengerti bagaimana cara melayani tamu India ketika datang. Mulai dari menghadirkan salah satu menu khas India sampai mendatangkan chefnya langsung dari India.

“Untuk membuat tamu India terkesan dan senang ketika mereka datang, dalam menu misalnya breakfast (sarapan) kita bisa menambahkan minimal 1 item menu khas India,” sambung pria yang akrab disapa Ari ini.

BACA JUGA:   Duta Besar Indonesia di Negara ASEAN Diharap Bisa Promosikan Bali

Sedangkan destinasi favorit wisatawan India ketika berkunjung ke Bali adalah Kuta, Nusa Penida dan Ubud. Wisatawan India yang datang ke Bali biasanya untuk tujuan berlibur, honeymoon, wedding dan corporate incentive. Dengan rentang usia 18-54 tahun.

“Wisatawan India menganggap Bali sebagai tempat yang indah untuk menikah. Ketika wedding mereka bisa menyewa seluruh kamar sekitar 400-500 kamar. Dengan tipe hotel mulai dari bintang 4 sampai 5 dan juga villa,” tutupnya.

BASCOMM yang saat ini beranggotakan sekitar 700-800 orang berkomitmen akan terus mendukung pariwisata Bali dengan menghadirkan berbagai workshop pariwisata dengan sorotan pasar khusus seperti ASEAN, China, Timur Tengah dan pasar lainnya yang memiliki potensi pariwisata Bali.

Komentar