DENPASAR, fokusbali.com – Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra, mengumumkan pada Kamis (23/4), terdapat 15 kasus positif COVID-19 baru, sehingga secara total terdapat 167 pasien positif di Pulau Dewata.
“Dari 15 kasus positif baru ini, 12 diantaranya dari imported case dan tiga orang transmisi lokal,” ujarnya.
Dewa Indra juga mengungkapakan dari 12 kasus imported case tersebut, 11 diantaranya memiliki riwayat perjalanan dari luar negeri dan satu dari daerah yang terjangkit (di Indonesia).
Selain itu, Dewa Made Indra juga menyampaikan kabar baik adanya penambahan delapan orang pasien COVID-19 yang sembuh.
“Hari ini ada delapan orang yang sembuh, terdiri dari lima PMI dan tiga orang transmisi lokal. Secara akumulatif jumlah pasien yang sembuh menjadi 55 orang,” ujar Dewa Indra, seraya menambahkan jumlah pasien yang meninggal tetap empat orang.
Dewa Indra juga memamparkan jumlah pasien positif dalam perawatan (kasus aktif) sebanyak 108 orang yang berada di 12 rumah sakit, dan dikarantina di Bapelkesmas.
Menurut Dewa Indra, kemungkinan angka positif akan bertambah mengingat PMI maupun non-pekerja dari luar negeri masih banyak yang akan kembali.
“Untuk imported case sudah tertangani dengan baik. Kita fokus untuk transmisi lokal dulu, sehingga tidak ada penambahan kasus lagi,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut Dewa Indra juga menjelaskan laboratorium RS PTN UNUD sudah 95 persen siap, tinggal menunggu satu alat lagi yang dijanjikan akan datang 1-2 hari kedepan.
“Tinggal menunggu uji coba untuk pengetesan specimen tes SWAB. Astungkara akhir minggu depan sudah bisa beroperasi,” ujarnya.
Selain itu, untuk memaksimalkan uji coba SWAB, pemerintah juga berencana mengikutkan laboratorium milik Universitas Warmadewa, dan menyatakan bahwa beberapa alat sudah siap tinggal penambahan untuk alat-alat tertentu saja.
Sementara Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mencatat jumlah kasus meninggal karena COVID-19 cenderung mengalami penurunan sejak sepekan, sedangkan pasien sembuh terus tumbuh.
Berdasarkan hasil akumulasi data yang dihimpun per hari Kamis (23/4), jumlah kasus meninggal bertambah 11 sehingga total menjadi 647. Kemudian pasien yang dinyatakan sembuh bertambah 47 orang sehingga totalnya menjadi 960.
Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 Achmad Yurianto mengungkapkan Provinsi DKI Jakarta masih menjadi wilayah dengan sebaran pasien sembuh terbanyak yakni 326, disusul Jawa Timur sebanyak 121, Jawa Barat 87, Sulawesi Selatan 80, Bali 55, Jawa Tengah 54, dan wilayah lain di Indonesia sehingga total mencapai 960 pasien.
Dari total kasus sembuh dan meninggal tersebut, ada pula penambahan untuk kasus positif sebanyak 357 orang hingga total menjadi 7.775.
