Home Fokus Bali Tingkat Kesembuhan Pasien COVID-19 di Bali Capai 58 Persen, Teratas Secara Nasional

Tingkat Kesembuhan Pasien COVID-19 di Bali Capai 58 Persen, Teratas Secara Nasional

Gubernur Bali Wayan Koster saat berkunjung ke Banjar Serokadan, Desa Abuan, Bangli, Senin (4/5). (ist)
Gubernur Bali Wayan Koster saat berkunjung ke Banjar Serokadan, Desa Abuan, Bangli, Senin (4/5). (ist)

DENPASAR, fokusbali.com – Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan penanganan COVID-19 di Bali jika dibandingkan daerah lain secara nasional berada pada peringkat teratas dengan tingkat kesembuhan mencapai di atas 50 persen.

Gubernur Koster menjelaskan, penanganan virus corona di Bali sudah berjalan dengan baik, salah satunya dengan pembentukan Satgas Gotong-Royong yang melibatkan desa adat, yang menjadi pasukan terdepan tindakan pencegahan penyebaran. Bahkan ini sudah dibahas di sidang kabinet Pusat, dan mendapat apresiasi.

“Bali berada diperingkat teratas penanganan dengan tingkat kesembuhan mencapai 57 persen, dibanding rata-rata nasional yang tingkat nasional hanya 15 persen. Bahkan negara-negara di dunia pun tingkat kesembuhannya hanya 30 persen,” ujar Gubernur Koster saat berkunjung ke Banjar Serokadan, Desa Abuan, Bangli, pada Senin (4/5).

Terkait isolasi di desa tersebut, Koster menjelaskan ini merupakan langkah antisipatif, agar penyebaran COVID-19 tidak semakin meluas. Untuk mendukungnya masyarakat wajib tertib dan disiplin mengikuti prosedur pemerintah, agar jangan sampai menularkan kepada orang lain.

“Yang harusnya karantina ya karantina, yang harusnya pakai masker ya pakai, tetap jaga jarak, rajin cuci tangan. Itu harus diikuti, jangan membandel,” ungkap gubernur.

BACA JUGA:   Presiden Batalkan Vaksinasi Berbayar

Untuk memastikan ketersedian pangan untuk warga Serokadan yang menjalani masa isolasi selama dua pekan ke depan, Gubernur Koster meminta Pemkab Bangli supaya intens berkoordinasi dengan Pemprov Bali.

Dari hasil rapid test awal terhadap sekitar 1.200 warga Serokadan, sebanyak 443 orang sempat dinyatakan reaktif. Kontan hal itu, mengejutkan banyak pihak.

Hingga keluar hasil tes spesimen SWAB untuk 275 orang yang hasilnya negatif, dan per tanggal 3 Mei, situasi di Br. Serokadan dinyatakan kondusif.

Kabar baik ini diharapkan disikapi secara bijak oleh warga setempat, dengan tetap mengikuti anjuran dari pemerintah. Yakni tetap disiplin dan tertib menerapkan prosedur pencegahan dan penanganan COVID-19.

Koster juga mengajak seluruh pemegang kebijakan dan elemen masyarakat bersinergi melawan penyebaran COVID-19. Menurut gubernur, jika semua ikut aktif sesuai perannya masing-masing, niscaya penanganan COVID-19 akan cepat terselesaikan.

Komentar