DENPASAR, fokusbali.com – Ketua Yayasan Pino Bahari Indonesi (YPBI) Pino Bahari, menegaskan Event Sport Tourism Bali Boxing Day (BBD) III tidak perlu minta rekomendasi dari Pertina Bali.
Penegasan tersebut disampaikan Pino yang juga mantan petinju yang mengharumkan nama Bali dengan mempersembahkan medali emas untuk masyarakat Bali dalam ajang PON XII tahun 1989, PON XIII tahun 1993 dan PON XIV tahun 1996, atas simpang siur informasi yang beredar di kalangan masyarakat pencinta tinju tentang event sport tourism BBD III yang akan dilaksanakan pada 13 Agustus 2021 di Lv8 Resort Canggu.
“Melalui tulisan atau forum ini saya sebagai pembina dan pelaku tinju baik tinju amatir maupun tinju profesional hendak menjelaskan kepada masyarakat umum bahwa event Sport Tourism Bali Boxing Day III tidak memerlukan rekomendasi dari pihak Pertina sebagai induk organisasi olahraga tinju amatir, karena event BBD III ini merupakan event olahraga tinju rekreasi bagi masyarakat umum,” papar pemegang medali emas Asian Games tahun 1990, dalam rilis yang diterima Rabu (14/7).
Pino menjelaskan bahwa dunia olahraga tinju itu terdiri atas tinju amatir, tinju profesional dan tinju rekreasi.
Tinju amatir bagi atlit, pelatih, ring officials tinju yang bernaung di bawah organisasi nasional PERTINA (Persatuan Tinju Amatir Indonesia) yang memilliki AD/ART nya sendiri dan dalam rangka pembinaan atlit mendapatkan anggaran atau dana dari APBN dan APBD.
Seluruh kegiatan tinju amatir dalam kaitannya untuk mencapai prestasi bagi daerah maupun nasional memang berada di bawah naungan Pertina.
Sementara yang berhubungan dengan dunia internasional, tergabung di dalam wadah tinju amatir dunia yakni AIBA (Association Internationale de Boxe Amateur).
Karena itu dalam menggelar kejuaraan tinju amatir, pihak penyelenggara wajib mengikuti peraturan Pertina dan menanggung seluruh biaya penyelenggaraan pertandingan kejuaraan tinju amatir dengan kompetisi menggunakan sistem gugur.
Level kejuaraanpun disesuaikan dengan domisili para peserta atlit tinju amatir. Apakah tingkat Kabupaten/Kota atau se-Provinsi atau level nasional artinya antar provinsi yang semuanya di bawah pengawasan Pertina Pusat. Sementara level internasional yang melibatkan peserta asing dari negara lain tetap dibawah pengawasan AIBA.
Selain Tinju Amatir, lanjut Pino, ada juga Tinju Profesional. Ini adalah kategori bagi insan tinju yang menjadikan olahraga tinju sebagai profesi atau pekerjaan yang berhak menerima hasil berupa bayaran kontrak dan prestasi dalam setiap pertandingannya yang diawasi secara ketat oleh Komisi Tinju Profesional yang secara nasional ada KTI, ATI, KTPI dan FTPI.
Organisasi Tinju Profesional ini memiliki AD/ART nya sendiri yang bersifat swasta dengan promotor eventnya sendiri tanpa dukungan anggaran pemerintah dalam setiap kegiatan menggelar pertandingan.
“Bahkan dalam kejuaraan yang digelar pihak promotor harus menanggung semua biaya penyelenggaraan termasuk bayaran petinju, ring officials dan badan tinju professional,” ujarnya.
Ada juga kategori ketiga yakni Tinju Rekreasi seperti Event Sport Tourism Bali Boxing Day III yang akan digelar oleh Yayasan Pino Bahari Indonesia (YPBI).
Tinju jenis ini terbuka bagi masyarakat umum pecinta olahraga tinju sebagai pelaku olahraga untuk rekreasi dan juga untuk kesehatan. Tinju kategori ini tidak memerlukan suatu organisasi dalam beraktivitas karena sifatnya untuk hiburan dan kesenangan semata tanpa ada ikatan kewajiban dan tanggung jawab prestasi apapun.
Karena itu gelaran Bali Boxing Day III yang digagas oleh oleh Yayasan Pino Bahari Indonesia tidak perlu meminta rekomendasi kepada Pertina Bali, karena tinju kategori ini tidak bermaung di bawah organisasi dan AD/ART Pertina.
Pino menjelaskan dirinya memiliki pengalaman didunia tinju sebagai atlit nasional yang sudah bertanding keliling dunia membela nama bangsa dan negara baik di multi event seperti SEA Games 89-91-93-95, Asian Games 90-94 dan Olympiade 96 maupun yang single event kejuaraan di Asia dan Eropa juga pernah sebagai pengurus organisasi PERTINA di Kabupaten Badung, Provinsi Bali dan Pertina Pusat, juga pengalaman di dunia tinju profesional sebagai pelatih, penata tanding dan promotor yang telah membawa banyak petinju profesional bertanding keluar negeri di Benua Asia, Eropa dan Amerika juga turut membantu dalam persiapan petinju juara dunia kebanggaan kita, Daud Yordan dan Ongen Saknosiwi berlatih serta mencetak petinju legendaris juara dunia Kris Jon menjadi juara dunia WBA melalui kepromotoran Daniel Bahari Promotion.
Karena itulah dirinya mendirikan Yayasan Pino Bahari Indonesia untuk dapat menggunakan seluruh pengalaman saya dalam membina olahraga khususnya tinju dengan menggelar event sport tourism yang sangat tepat untuk mewadahi olahraga tinju rekreasi.
“Karena sifatnya rekreasi maka siapapun dapat mendaftar untuk ikut berpartisipasi termasuk peserta dari kalangan atlet tinju amatir yang bernaung di bawah Pertina yang merasa sangat memerlukan tambahan pengalaman dan jam terbang bertinju diatas ring maupun dari kalangan masyarakat umum baik WNI maupun WNA yang ingin merasakan sensasi bertinju diatas ring dengan disaksikan oleh banyak penonton. Jadi sebetulnya event ini sangat membantu Pertina,” papar Pino Bahari.
Event ini dikemas berkolaborasi dengan pihak venue untuk juga mempersiapkan pertunjukan seni dan hiburan sebagai event penunjang dunia pariwisata dimana dengan banyaknya peserta dari luar Bali bahkan orang asing yang ikut berpartisipasi dalam memeriahkan event ini maka secara ekonomi juga turut membantu perekonomian di Bali.
Pino menjelaskan dengan mengedepankan penerapan prokes yang ketat pihaknya juga turut mendukung program pemerintah mengendalikan penularan covid-19.
Inilah konsep sport tourism yang Yayasan Pino Bahari Indonesia lakukan untuk mendukung program pemerintah sekaligus menggairahkan kembali pariwisata Bali khususnya dan Indonesia pada umumnya.
Apalagi dengan kehadiran peserta yang datang dari luar Bali bahkan orang asing yang ikut berpartisipasi maka mereka dapat sekaligus menjadi duta pariwisata Bali.
“Semoga dengan penjelasan ini semua pihak memahami dan tidak perlu lagi mempersoalkan masalah rekomendasi karena jelas bagi kita semua bahwa Event Sport Tourism Bali Boxing Day III adalah Tinju Rekreasi bukan Kejuaraan Tinju Amatir maupun Kejuaraan Tinju Profesional,” pungkasnya.