Home Fokus Bali Gubernur Koster Sampaikan Tiga Indikator Hasil Nyata Penanganan COVID-19 di Bali

Gubernur Koster Sampaikan Tiga Indikator Hasil Nyata Penanganan COVID-19 di Bali

Infografis kasus COVID-19 di Bali per Senin (4/5). (ist)
Infografis kasus COVID-19 di Bali per Senin (4/5). (ist)

DENPASAR, fokusbali.com – Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan, pada Senin (4/5), terdapat penambahan kasus positif di Bali sebanyak sembilan orang, yang terdiri dari dua PMI dan tujuh Transmisi Lokal. Secara akumulatif total pasien positif di Bali sebanyak 271.

Selain itu Koster juga menyampaikan penambahan pasien sembuh sebanyak delapan orang, yang terdiri dari enam PMI dan dua non-PMI, sehingga total pasien sembuh di Bali mencapai 159 orang.

Gubernur Koster juga menyampaikan tiga indikator terkait upaya penanganan COVID-19 di Bali yang menunjukan hasil nyata.

Salah satunya, persentase kesembuhan pasien positif COVID-19 di Bali yang mencapai sekitar 58.67 persen dan menjadi yang paling tinggi di Indonesia.

Di Bali,  rata-rata lama perawatan pasien positif COVID-19 sampai sembuh adalah selama 13 hari, masa perawatan paling cepat selama tiga hari, dan paling lama 39 hari.

“Bali berada diperingkat teratas penanganan dengan tingkat kesembuhan mencapai 58 persen, dibanding rata-rata nasional yang tingkat nasional hanya 16 persen. Bahkan negara-negara di dunia pun tingkat kesembuhannya hanya 32 persen,” ujar Gubernur Koster, Senin (4/5).

BACA JUGA:   Presiden Prabowo Subianto bersama Walikota Jaya Negara Sambangi Warga Kota Denpasar Korban Banjir

Indikator berikutnya, rata-rata penambahan pasien positif COVID-19 per hari, di Bali sebanyak tujuh orang (peringkat terendah keempat), lebih rendah daripada DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Banten.

Data menunjukkan bahwa pasien positif COVID-19 sebagian besar bersumber dari PMI/ABK sebanyak 54 persen, transmisi lokal Bali sebanyak 36 persen daerah luar Bali sebanyak 7 persen dan WNA sebanyak tiga persen. Sedangkan kasus di provinsi lain, pasien positif sebagian besar merupakan transmisi lokal.

Dan indikator ketiga, persentase pasien positif COVID-19 yang meninggal di Bali mencapai 1,48 persen, jauh dibawah rata-rata Nasional (7.46 persen) dan Global/Dunia (7.04 persen).

Patut dicatat bahwa dari 4 orang pasien positif yang meninggal di Bali, 2 orang merupakan WNA, 1 orang dari daerah luar Bali, dan 1 orang PMI/ABK warga Bali.

Meskipun Bali tidak menerapkan PSBB, tetapi sejauh ini penanganan COVID-19 menunjukkan hasil yang lebih baik/terkendali.

“Padahal, sebelumnya berbagai pihak sangat mengkhawatirkan Bali akan terancam COVID-19 karena sebagai destinasi wisata dunia terbesar di Indonesia. Tetapi sejauh ini, fakta menunjukkan hal yang kontras berbeda,” ujar Wayan Koster.

Komentar