Site icon Fokus Bali

Jalankan Program Pengabdian ke Masyarakat, FMIPA UNUD Beri Literasi Digital Kebencanaan ke Siswa SD 1 Kedisan, Gianyar

Jalankan Program Pengabdian ke Masyarakat, FMIPA UNUD Beri Literasi Digital Kebencanaan ke Siswa SD 1 Kedisan, Gianyar

GIANYAR, fokusbali.com – Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Udayana sukses menyelenggarakan Program Udayana Mengabdi (PUM) di SD Negeri 1 Kedisan, Gianyar, pada Sabtu (25/7/2026). 

Mengusung tema “Peningkatan Literasi Kebencanaan Pada Pembelajaran Mendalam melalui Visualisasi Komputasi Dinamika Fluida Berbasis NotebookLM”, inisiatif ini melibatkan sinergi antara jajaran dosen, para guru, dan siswa setempat.

Dipimpin oleh Dr. Putu Veri Swastika, M.Si., program ini dirancang untuk membangun kesadaran mitigasi bencana sekaligus literasi digital sejak usia dini. 

Mengingat kondisi topografi berbukit di wilayah tersebut, siswa diajak untuk memahami potensi bahaya hidrometeorologi, khususnya pola aliran air yang berisiko menyebabkan banjir atau tanah longsor di topografi berbukit, melalui pendekatan sains komputasi yang disederhanakan.

Dalam kegiatan tersebut, siswa memperoleh materi mengenai karakteristik aliran air, pengenalan zona bahaya lingkungan, serta langkah-langkah evakuasi darurat yang dikemas secara saintifik namun ramah anak.

Penyampaian materi dilakukan secara interaktif dengan memanfaatkan story book digital berbasis kecerdasan buatan (NotebookLM) yang di generasi secara spesifik ke dalam tiga seri kebencanaan, yakni mitigasi Tsunami, Gempa Bumi, dan Banjir. 

Untuk mengetahui efektivitas kegiatan, seluruh peserta mengikuti pre-test sebelum penyampaian materi dan post-test setelah kegiatan selesai. 

Evaluasi ini dilakukan untuk mengukur peningkatan pemahaman siswa mengenai pentingnya mitigasi bencana dan pemanfaatan teknologi secara positif.

Dalam penjelasannya, Dr. Putu Veri Swastika menegaskan bahwa kehadiran teknologi Artificial Intelligence (AI) seperti NotebookLM berperan sebagai inovasi penting. 

Teknologi ini mampu menerjemahkan rumitnya data komputasi dinamika fluida menjadi sebuah cerita visual yang interaktif bagi anak-anak melalui pembelajaran mendalam

“Kami ingin memperkenalkan bahwa AI bukan sekadar alat bantu, melainkan instrumen yang dapat digunakan untuk pengenalan mitigasi kebencanaan. Melalui story book interaktif, materi kebencanaan menjadi lebih menarik, mudah dipahami, dan relevan dengan karakteristik belajar siswa sekolah dasar di daerah rawan bencana,” ujarnya.

Pelaksanaan pengabdian ini merupakan wujud tindak lanjut dari koordinasi yang telah dirintis sejak Maret 2026. Kepala SD Negeri 1 Kedisan, I Wayan Rediarta, S.Pd., memberikan dukungan penuh atas kehadiran program ini sebagai sarana penguatan literasi sains bagi para pelajarnya.

Lebih dari sekadar edukasi digital, tim PUM FMIPA UNUD juga melakukan aksi lingkungan nyata dengan mendonasikan bibit pohon untuk ditanam di kawasan sekolah sebagai sarana pencegahan banjir dan tanah longsor serta memberikan dukungan guna menunjang kenyamanan aktivitas belajar mengajar sehari-hari.

Kegiatan komprehensif ini merupakan cerminan nyata dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dan langkah hilirisasi riset komputasi dinamika fluida. 

Inisiatif ini juga selaras dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), secara khusus pada pilar SDG 4 (Pendidikan Bermutu), SDG 11 (Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan), serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim). (*)

Exit mobile version