Home Fokus Bali Cegah Klaster Baru, Satgas COVID-19 akan Dibentuk untuk Pasar Tradisional

Cegah Klaster Baru, Satgas COVID-19 akan Dibentuk untuk Pasar Tradisional

Sekda Provinsi Bali yang juga selaku Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra saat rapat koordinasi penertiban pelaksanaan protokol kesehatan di pasar tradisional, Selasa (30/6). (fb/Dok. Pemprov)
Sekda Provinsi Bali yang juga selaku Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra saat rapat koordinasi penertiban pelaksanaan protokol kesehatan di pasar tradisional, Selasa (30/6). (fb/Dok. Pemprov)

DENPASAR, fokusbali.com – Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra menginstruksikan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) pengawasan dan penegakan disiplin penerapan protokol kesehatan di seluruh pasar tradisional.

Keberadaan satgas ini diharapkan bisa melakukan pengawasan setiap hari untuk mencegah munculnya klaster baru di pasar tradisional.

Instruksi tersebut disampaikannya pada rapat koordinasi membahas penertiban pelaksanaan protokol kesehatan di pasar tradisional yang digelar secara daring, Selasa (30/6/2020). Rakor melibatkan unsur TNI/POLRI, Pemerintah Kabupaten/Kota serta pengelola pasar tradisional se-Bali.

Dewa Indra menyebut, upaya pengendalian penyebaran COVID-19 di pasar tradisional menjadi fokus dan perhatian gugus tugas baik provinsi maupun kabupaten/kota.

Hal ini mengingat, penambahan kasus positif COVID-19 belakangan ini didominasi oleh klaster pasar. Ia lantas merinci sejumlah pasar yang menjadi klaster penyebaran COVID-19 yaitu Pasar Kidul Bangli, Pasar Bon Dalem Buleleng, Pasar Kumbasari Denpasar dan Pasar Galiran Klungkung.

“Di Pasar Kidul, kasus positif COVID-19 pertama kali ditemukan pada seorang tukang suwun yang kemudian menular pada sejumlah pedagang dan keluarganya. Berikutnya ada Pasar Bon Dalem, bahkan Pemkab Buleleng sempat melakukan karantina wilayah untuk mengunci penyebaran COVID-19,” urainya.

BACA JUGA:   Wujudkan COVID-Safe BUMN, BNI Hi-Movers Sisihkan THR Rp 130,2 Miliar untuk Tangkal Virus

Belakangan muncul klaster penyebaran baru di dua pasar besar yaitu Pasar Kumbasari Denpasar dan Pasar Galiran Kabupaten Klungkung. Bahkan, klaster Pasar Kumbasari menjadi penyumbang terbesar penambahan angka positif COVID-19 di Kota Denpasar.

 

Komentar