DENPASAR, fokusbali.com – Provinsi Bali mencatat tambahan empat kasus positif COVID-19 per Sabtu (11/4). Dengan penambahan tersebut, total jumlah pasien positif di Bali menjadi 79 kasus.
“Untuk kasus positif, ada penambahan empat orang sehingga jumlahnya menjadi 79 kasus, dengan rincian tujuh orang WNA dan 72 WNI. Tambahan empat kasus positif seluruhnya merupakan imported case, dibawa oleh orang yang punya riwayat melakukan perjalanan ke Luar Negeri,” ujar Dewa Made Indra, Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bali, Sabtu (11/4).
Dewa Indra merinci, dari total 72 kasus positif pada WNI, 51 diantaranya merupakan imported case yang dibawa dari Luar Negeri. Sedangkan sisanya sebanyak 13 orang merupakan kasus bawaan dari luar daerah.
“Artinya mereka yang positif COVID-19 tertular di daerah lain seperti Jawa atau daerah lainnya. Sementara untuk kasus transmisi lokal sebanyak delapan orang,” tambahnya.
Menurut Dewa Indra, angka tersebut penting untuk dicermati karena berkaitan dengan pemetaan sumber risiko. Kecenderungan tesebut menjadi bahan pertimbangan bagi Gugus Tugas dalam menentukan strategi pencegahan.
Strateginya adalah dengan memperkuat pertahanan di pintu-pintu masuk Bali. Dua pintu masuk yang diperketat adalah Bandara Intenasional I Gusti Ngurah Rai dan Pelabuhan Gilimanuk. Sementara Pelabuhan Benoa untuk saat ini sudah tak lagi sebagai pintu masuk, Pelabuhan Padang Bai juga relatif aman.
Sementara perkembangan COVID-19 secara nasional, pemerintah mencatat penambahan 330 kasus positif sehingga total menjadi 3.842. Kemudian kasus meninggal dunia bertambah sebanyak 21 orang, sehingga total mencapai 327 dan kasus sembuh hanya bertambah empat orang dan total kini mencapai 286 orang.
“Data tersebut adalah gambaran yang nyata bahwa penyebaran masih terus terjadi, artinya masih ada kasus positif yang berada di tengah masyarakat. Masih ada kelompok masyarakat yang rentan yang belum disiplin untuk jaga jarak dan menggunakan masker,” ujar Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 Achmad Yurianto di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Sabtu (11/4).
DKI Jakarta masih menjadi pusat penyebaran wabah di Indonesia dengan jumlah penderita COVID-19 mencapai 1.948 orang, di mana 82 orang berhasil pulih dan 159 pasien meninggal.
Dalam kurun waktu 24 jam, dilaporkan sebanyak 196 orang terinfeksi dan lima pasien meninggal dunia di Jakarta.
Data Kementerian Kesehatan juga menyebut bahwa Provinsi Banten menjadi wilayah dengan pertambahan tertinggi kedua setelah Jakarta direntang waktu 24 jam sampai Sabtu (11/4) dengan 36 kasus positif yang membuat total ada 279 pasien positif di Banten, di mana tujuh pasien sembuh dan 21 meninggal dunia.








