Home Event ‘Abstract Is The New Realism’, Pameran Seni Tiga Seniman Kontemporer di Artotel...

‘Abstract Is The New Realism’, Pameran Seni Tiga Seniman Kontemporer di Artotel Sanur

Pameran Seni Tiga Seniman Kontemporer di Artotel Sanur

SANUR, fokusbali.com – ARTOTEL Sanur – Bali kembali menggelar pameran seni gabungan ‘ABSRACT IS THE NEW REALISM’ oleh tiga seniman kontemporer Donald Saluling, Sandy Tisa dan Fauzi Satyaputra. Pameran seni ini akan dibuka untuk umum dari tanggal 8 Juli hingga 30 Agustus 2023 di ARTSPACE, ARTOTEL Sanur – Bali.

“Senang sekali bisa mempersembahkan satu lagi pameran seni kontemporer yang kali ini dengan tema abstrak. Dan pada kesempatan ini, ARTOTEL Group khususnya selalu memperkenalkan Seni Rupa Indonesia yang lebih luas lagi lewat ekspresi jiwa seniman. Kami berharap pameran kali ini dapat diterima dan dinikmati oleh tamu – tamu kami,” kata Agus Ade Surya Wirawan, selaku General Manager ARTOTEL Sanur – Bali, Jumat (7/7/2023).

Pameran seni gabungan yang ditampilkan kali ini menampilkan karya seni dengan konsep abstrak yang diadopsi dari hubungan yang didasari dari imajinasi ataupun bentuk yang pernah dilihat, didengar hingga pengalaman yang terjadi.

Kriteria yang digunakan biasanya keluar dari sisi seniman itu sendiri, bukan meniru alam.

BACA JUGA:   Dukung Kreator Game Indonesia, Artotel Group Sediakan PlayStation di Kamar dan Lobby Hotel

Donald Saluling, pria lulusan Seni Rupa Murni dan Desain Grafis di Portland University, Portland Amerika Serikat menampilkan eksplorasi ruang negatif dengan cara non- representasional yang memiliki peran besar dalam karyanya.

Lebih dari 10 tahun berkarya, Donald melakukan proses berkarya dengan spontan atau menggambar di lokasi sehingga membuatnya belajar melihat, menghubungkan hingga merekam lebih baik untuk bercerita dan menuangkannya lewat enam karya yang ditampilkan di pameran ini.

Fauzi Satyaputra, pria yang mempunyai kecintaan akan seni rupa dan musik, sudah memamerkan karyanya di mancanegara. Fauzi menggabungkan gaya abstrak dan surreal.

Abstrak mewakili koneksi tentang apa yang di dalam otak, sedangkan surreal muncul sebagai simbol untuk membantu Fauzi menyampaikan pesan kepada penonton. Inspirasi gaya lukisannya datang dari sudut pandang nya tentang apa yang di dalam otaknya.

Pemahaman Sandy Tisa terhadap seni abstrak ditarik dari ranah personal seseorang ke dalam ide karyanya, berbeda dengan Donald dan Fauzi.

Lewat karyanya kali ini, Sandy tidak benar – benar memposisikan dirinya dalam seni abstrak murni namun Sandy menuangkannya lewat komposisi warna, garis, bentuk, tekstur yang disajikan sebagai dirinya sendiri (non representasional/non objek) hingga kejadian – kejadian diambil dari sejumlah momen yang diekspresikan melalui bentuk kasat mata.

Komentar