Site icon Fokus Bali

Tunas Daud Learning Innovation Festival, Jadi Ajang Unjuk Kreatifitas Siswa

Di Tunas Daud Learning Innovation Festival 2020, anak-anak TK menginovasi makanan sehat bekal sekolah dengan berbagai kreasi karakter seperti kelinci dll. (istimewa)

Di Tunas Daud Learning Innovation Festival 2020, anak-anak TK menginovasi makanan sehat bekal sekolah dengan berbagai kreasi karakter seperti kelinci dll. (istimewa)

DENPASAR, fokusbali.com – Sekolah Tunas Daud menggelar kegiatan tahunan Tunas Daud Learning Innovation Festival (TD LIF) 2020, Jumat (7/2). Kegiatan ini bertujuan memfasilitasi siswa pendidikan anak usia dini (Paud) hingga SMA, untuk menuangkan ide kreatif dan inovasi yang mereka kembangkan dari hasil proses belajar di semester 1 (ganjil).

Kegiatan yang mengambil tempat di Sekolah Tunas Daud, Jl. Kebo Iwa Utara 8, Denpasar ini juga dihadiri oleh dihadiri oleh Ketua PGRI Prop Bali, pengawas SMP dan SMA di Denpasar, serta guru-guru dari jenjang TK sampai SMA.

TD LIF 2020 mengambil tema besar yaitu “Be Innovative” dimana siswa siswi lebih mengembangkan lagi ide-ide kreatif, penemuan-penemuan baru dan cara-cara inovasi baik secara vitur, fungsi, prosedur maupun tanggung jawab, yang dituangkan dalam learning cycle, proposal dan mendapatkan bimbingan dari guru-guru pembina yang akhirnya diolah untuk menjadi produk barang ataupun jasa.

Hasil inovasi siswa-siswi di kegiatan ini juga digelar berbasis pendidikan kewirausahaan, yang telah diintegrasikan dalam pembelajaran keseharian selama 8 tahun terakhir, dan menjadi salah satu pendukung utama terselenggaranya TD LIF ini.

Hasilnya, inovasi para siswa bukan hanya berupa produk barang tapi juga berupa jasa dan performance.

Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan kewirausahaan tidak hanya mengajarkan untuk berjualan saja tapi lebih kepada bagaimana siswa bisa membaca peluang, membentuk karakter dan bisa menciptakan lapangan pekerjaan dari peluang yang ditemukannya.

Kegiatan TD LIF 2020 ini juga masih dalam rangka menunjukkan konsistensi sekolah dalam mendukung program Perwali 36 tahun 2018 dan Pergub 97 tahun 2018 tentang gerakan mengurangi sampah plastik.

Selain itu siswa siswi mengembangkan budaya lokal dan mencoba menanggapi isu yang terjadi di masyarakat, seperti pengganti makanan pokok (selain beras). Ini bisa dilihat dari beberapa produk dan pertunjukan yang berhubungan dengan gerakan “No Plastic”, menginovasi menu baru dengan bahan pengganti nasi, dan pemakaian busana adat Bali madya yang dikenakan guru dan murid-murid.

TD LIF 2020 juga menghasilkan beberapa produk unggulan. Untuk paud yakni pengolahan bahan makanan pengganti nasi dan inovasi bekal sekolah yang sehat. Dari siswa SD menghasilkan pot hias dari barang bekas yang di dekorasi, pertunjukan drama musical “Say No To Plastic”, Smart Bin/ Tong sampah inovasi, Aplikasi sejarah budaya “SIBELRA” dan inovasi kudapan dari daun kelor.

Sementara hasil unggulan siswa SMP di TD LIF 2020 yakni inovasi dibidang sastra dan kuliner dengan bahan-bahan pengganti beras. Dan terkhir siswa SMA menghasilkan mini teater (inovasi dalam bidang seni), kuliner serta produk re-cycle.

Hal ini bisa tercapai karena program parenting di sekolah Tunas Daud turut mendukung. Contohnya, orang tua dihadirkan sebagai guru tamu, atau pengelolaan produk dilakukan secara kolaborasi anak dan orang tua, bahkan dekorasi di acara TD LIF 2020 dikerjakan oleh orang tua murid.

Kegiatan TD LIF 2020 Sekolah Tunas Daud juga diharapkan bisa membawa dampak positif untuk sekolah lain dan juga dalam dunia pendidikan, menuju Belajar Merdeka dan memajukan pendidikan Indonesia. (*)

Exit mobile version