Site icon Fokus Bali

Satgas Konfirmasi Enam Pasien COVID-19 di Bali Sembuh

Ketua Satgas Penanggulangan COVID-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra

Ketua Satgas Penanggulangan COVID-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra. (ist)

DENPASAR, fokusbali.com – Ketua Satgas Penanggulangan COVID-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra mencatat hingga Rabu, 1 April 2020, ada tambahan enam kasus positif COVID-19 di Bali dan sekaligus juga enam orang yang dinyatakan sembuh.

“Hari ini ada penambahan kasus positif COVID-19 sebanyak enam orang. Tambahan 6 orang positif yang merupakan WNI itu penularannya bukan dari transmisi lokal, namun terpapar saat mereka bepergian ke luar daerah Bali,” ujarnya saat menyampaikan keterangan melalui video streaming di Denpasar, Rabu.

Selain itu, Dewa Made Indra juga menyampaikan kabar baik adanya pasien COVID-19 yang sembuh sebanyak enam orang.

“Kemudian kabar baik harus saya informasikan pada masyarakat, dilaporkan enam orang yang positif COVID-19 juga sembuh dan dipersilakan pulang,” kata Dewa Made Indra.

Secara kumulatif, lanjutnya, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) COVID-19 di Bali hingga saat ini sebanyak 157 orang. Dari jumlah PDP tersebut, hasil uji sampel swab yang sudah keluar sebanyak 136 orang, yakni 111 orang dinyatakan negatif dan 25 orang positif COVID-19.

Sedangkan yang sembuh, secara akumulatif sekarang menjadi 10, terdiri dari 2 WNA dan 8 WNI.

“Bertambahnya pasien yang sembuh ini menumbuhkan keyakinan dan kepercayaan, bahwa penyakit ini bisa disembuhkan. Kuncinya adalah disiplin menjaga kesehatan dan mengikuti prosedur karantina,” ucapnya.

Sementara terkait dengan keputusan Presiden RI untuk menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Dewa Made Indra menjelaskan bahwa Pemprov Bali telah melakukan hal-hal yang menjadi esensi dalam kebijakan tersebut.

Sementara terkait peta penyebaran COVID-19, yang juga telah dibuat beberapa kabupaten/kota, Dewa Made Indra menjelaskan bahwa pemerintah provinsi juga telah membuat map serupa.

Dan saat ini sedang menyusun, menyesuaikan dengan peta sebaran yang telah dibuat oleh kabupaten/kota. “Secara manual sudah rampung, tapi masih disempurnakan ke dalam bentuk digital,” jelasnya.

Exit mobile version