Site icon Fokus Bali

Rayakan Hari Jadi ke-10, Sthala Ubud Bali Hadirkan Pameran Seni Karya 10 Seniman Lokal

Rayakan Hari Jadi ke-10, Sthala Ubud Bali Hadirkan Pameran Seni Karya 10 Seniman Lokal

UBUD, fokusbali.com – Ada banyak cara untuk merayakan satu dekade perjalanan. Bagi Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, perayaan tersebut hadir melalui seni dan karya para seniman yang tumbuh dari lingkungan kreatif Ubud.

Mulai 30 September hingga 10 Oktober 2026, Sthala Ubud Bali menggelar Ten Ubud Local Artists, sebuah pameran seni selama 10 hari yang menghadirkan karya dari 10 seniman yang memiliki keterkaitan dengan Ubud dan komunitas seninya.

Pameran ini berlangsung di Mezzanine, lantai 6 Sthala Ubud Bali, dan menampilkan beragam karya lukisan serta seni grafis yang mengambil inspirasi dari budaya Bali, alam, kisah manusia, serta pengalaman personal masing-masing seniman. 

Sepuluh seniman yang berpartisipasi adalah I Wayan Dastra, I Made Suasta, I Dewa Putu Putrayasa, Desak Desira, Kurniati Andika, Atmi Kristiadewi, Oka Armini, Putu Eni, Tika Sudibia, dan Lystia Wahyuni. 

Karya yang ditampilkan mencakup lukisan acrylic on canvas, lino cut print, hingga karya mixed media. 

Bagi Sthala yang berada di kawasan Lodtunduh, Ubud, pameran ini terasa dekat dengan karakter hotel dan lingkungan sekitarnya. 

Berada di tepian Sungai Wos, Sthala menghadirkan unsur seni dan budaya Bali dalam berbagai bagian dari pengalaman para tamu. Pameran ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan 10 tahun Sthala di Ubud. 

Karya yang ditampilkan memperlihatkan beragam cara para seniman memandang Bali, Ubud, alam, serta kehidupan sehari-hari.

I Wayan Dastra menghadirkan “Harmony alam”, sebuah karya yang menampilkan sosok perempuan di tengah bunga teratai dan angsa, serta “Ulundanu Beratan”, yang mengambil lanskap Danau Beratan dengan pura, perairan dan pegunungan sebagai bagian dari komposisinya. Kedua karya tersebut dibuat pada 2026 menggunakan media acrylic diatas kanvas. 

Dua karya I Made Suasta, “Teguh dalam ujian & godaan” dan “Keagungan yang abadi”, menghadirkan figur Bali, alam dan arsitektur pura dalam lukisan berukuran besar. 

Desak Desira menghadirkan “Traces of flowers and wigs” serta “A symphony of fragrance and freedom”, dengan bunga dan bentuk dekoratif yang menjadi bagian utama komposisinya. 

Sementara itu, Kurniati Andika membawa tema perempuan dan kehidupan personal melalui “Hi cantik” dan “Pesona Wanita”. 

Karya Atmi Kristiadewi, “Celebrating life” dan “Love yourself”, menggunakan warna-warna ekspresif untuk menggambarkan kehidupan dan hubungan manusia dengan lingkungan di sekitarnya. 

Pameran ini juga memperlihatkan teknik yang lebih beragam. Oka Armini menghadirkan dua karya lino cut print, “Vas Bunga” dan “Dipelukan ibu”, sementara Putu Eni membawa “Promise to always protect” dan “The most comfortable place”. 

Tika Sudibia menggunakan acrylic, beads dan feather dalam “A woman with many stories”. Lystia Wahyuni menghadirkan “Saling terhubung” dan “Happiness on Mother earth”, yang mengangkat hubungan manusia dengan lingkungan dan kehidupan di sekitarnya. 

Melalui karya-karya tersebut, pengunjung dapat melihat beragam perspektif seniman yang berkarya di dan sekitar Ubud, mulai dari interpretasi terhadap budaya dan alam Bali hingga cerita yang lebih personal.

Pameran ini juga membawa unsur sosial. 100% dari setiap pembelian karya akan didonasikan, sebagaimana tercantum dalam materi resmi pameran. 

Dengan pameran yang berlangsung setiap hari selama 10 hari, para tamu hotel, kolektor seni maupun wisatawan yang sedang berada di Ubud dapat datang untuk melihat karya secara langsung dan mendapatkan informasi mengenai pembelian karya.

Bagi Sthala, kehadiran 10 seniman lokal dalam rangkaian ulang tahun ke-10 menjadi bagian dari perjalanan hotel dalam membangun pengalaman yang lebih mendalam terhadap seni dan budaya di Ubud. 

Para tamu dapat menikmati karya-karya tersebut selama berada di hotel, sekaligus mengenal lebih dekat perspektif seniman yang berkarya di Bali. 

Exit mobile version