Site icon Fokus Bali

FMIPA Universitas Udayana Edukasi Siswa SD N 1 Kedisan Mengenal Lebah Tak Bersengat Berbasis Gemini AI

FMIPA Universitas Udayana Edukasi Siswa SD N 1 Kedisan Mengenal Lebah Tak Bersengat Berbasis Gemini AI

GIANYAR, fokusbali.com – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Udayana melaksanakan kegiatan Program Udayana Mengabdi (PUM) bertajuk “Edukasi Lingkungan dan Kesehatan melalui Pengenalan Lebah Tak Bersengat Berbasis Gemini AI di SD Negeri 1 Kedisan, Tegalalang, Gianyar”, Sabtu (25/7/2026).

Kegiatan yang diketuai oleh I K. Putra Juliantara, S.Pd., M.Si., dosen Program Studi Biologi FMIPA Universitas Udayana ini diikuti oleh siswa kelas IV dan V SD Negeri 1 Kedisan. 

Program tersebut bertujuan meningkatkan literasi lingkungan dan kesehatan sejak usia dini melalui pengenalan lebah tak bersengat (stingless bee) yang memiliki peran penting sebagai serangga penyerbuk sekaligus penghasil madu yang bermanfaat bagi kesehatan.

Dalam kegiatan tersebut, siswa memperoleh materi mengenai karakteristik lebah tak bersengat, struktur koloni, proses penyerbukan, manfaat lebah bagi kelestarian lingkungan, serta khasiat madu bagi kesehatan. 

Penyampaian materi dilakukan secara interaktif dengan memanfaatkan story book berbasis Gemini AI, ilustrasi edukatif, diskusi, serta demonstrasi langsung menggunakan koloni lebah dan madu sehingga siswa dapat belajar melalui pengalaman nyata.

Untuk mengetahui efektivitas kegiatan, seluruh peserta mengikuti pre-test sebelum penyampaian materi dan post-test setelah kegiatan selesai. 

Evaluasi ini dilakukan untuk mengukur peningkatan pemahaman siswa mengenai peran lebah tak bersengat dalam menjaga keseimbangan ekosistem serta manfaat produk lebah bagi kesehatan.

Ketua pelaksana kegiatan, I K. Putra Juliantara, S.Pd., M.Si., menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), khususnya Gemini AI, menjadi salah satu inovasi dalam penyampaian materi pembelajaran.

“Kami ingin memperkenalkan bahwa lebah tidak selalu identik dengan sengatan. Lebah tak bersengat memiliki peran yang sangat penting sebagai penyerbuk berbagai tanaman sekaligus menghasilkan madu yang kaya manfaat bagi kesehatan. Melalui visualisasi berbasis Gemini AI, materi menjadi lebih menarik, mudah dipahami, dan sesuai dengan karakteristik belajar siswa sekolah dasar,” ujarnya.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi yang telah dilakukan bersama pihak sekolah pada 6 Maret 2026. 

Saat itu, tim pengabdian melakukan diskusi dan sosialisasi rencana program dengan Kepala SD Negeri 1 Kedisan, I Wayan Rediarta, S.Pd., yang menyambut positif pelaksanaan kegiatan tersebut.

Selain memperkenalkan peran ekologis lebah sebagai penyerbuk, kegiatan ini juga menanamkan kesadaran kepada siswa mengenai pentingnya menjaga keberadaan lebah sebagai bagian dari upaya pelestarian keanekaragaman hayati. 

Melalui pendekatan berbasis teknologi dan pengalaman langsung, diharapkan siswa semakin tertarik mempelajari ilmu pengetahuan sekaligus memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Program ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu SDG 3 (Good Health and Well-being), SDG 4 (Quality Education), dan SDG 15 (Life on Land). (*)

Exit mobile version