Home Ekonomi & Bisnis Bali Masih Ekspor Hasil Pertanian dan Kerajinan ditengah Pandemi COVID-19

Bali Masih Ekspor Hasil Pertanian dan Kerajinan ditengah Pandemi COVID-19

Pelepasan ekspor manggis dan kerajinan tangan (handycraft) Bali ke Uni Emirat Arab (UEA), Minggu (26/4). (ist)
Pelepasan ekspor manggis dan kerajinan tangan (handycraft) Bali ke Uni Emirat Arab (UEA), Minggu (26/4). (ist)

DENPASAR, fokusbali.com – Di tengah ancaman lesunya perekonomian akibat pandemi COVID-19, sektor perdagangan Bali masih menggeliat dengan melakukan ekspor produk pertanian lokal dan industri kerajinan ke berbagai negara.

“Ekspor ini merupakan langkah yang sangat penting, terlebih di tengah pandemi COVID-19 seperti saat ini. Artinya, ekonomi kita tetap menggeliat di tengah situasi saat ini. Pertanian, kerajinan kita di Bali masih tetap berdenyut dan berjalan dengan normal bahkan mampu menembus pasar luar negeri, bukan main-main,” kata Gubernur Bali Wayan Koster saat melepas ekspor manggis dan kerajinan tangan (handycraft) Bali ke Uni Emirat Arab (UEA) melalui video conference di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jaya Sabha, Denpasar, Minggu (26/4).

Dalam pelepasan tersebut, satu ton manggis akan dikirim ke Dubai, UEA dengan menggunakan jalur udara dan kerajinan tangan sebanyak 504 kontainer lewat jalur laut melalui Pelabuhan Benoa.

Di hari yang sama, produk perkebunan berupa kakao Bali serta bibit paprika juga diekspor ke Singapura dan Belanda.

BACA JUGA:   Apresiasi UMKM dan Kembangkan Potensi Kewirausahaan, LSPR Teken MoU dengan OK OCE

Sedangkan produk kayu suar dan bambu Bali dikirim untuk menembus pasar Kanada, Portugal, Meksiko, Brazil dan Spanyol. Selain itu pasar Jepang menjadi tujuan untuk hasil holtikultura seperti cabai keriting, cabai rawit, hingga buah jeruk nipis.

Sementara itu, Kepala Balai Karantina Pertanian Denpasar I Putu Tarumanegara melaporkan bahwa ekspor produk pertanian hingga minggu ketiga di bulan april ini mencapai angka 799 ribu ton senilai Rp 86 Milyar, ditambah tiga ribu ton ekspor produk hasil kehutanan senilai Rp 42 Milyar yang mencakup ekspor ke berbagai negara. (fb/rls)

Komentar