DENPASAR, fokusbali.com – Sebanyak 763 layangan tradisional khas Bali menghiasi langit Pantai Mertasari, Sanur, Denpasar, pada Sabtu (29/8/2026), dalam pelaksanaan hari pertama Denpasar Kite Festival ke-10 Tahun 2026 yang digelar oleh Pelangi Denpasar.
Festival layang-layang yang telah memasuki satu dekade penyelenggaraan ini menjadi momentum penting dalam melestarikan tradisi melayangan Bali sekaligus memberikan ruang bagi kreativitas generasi muda dan komunitas layang-layang di Kota Denpasar.
Mengusung tema “Dasavarse Patanga Vaibhavam”, Denpasar Kite Festival ke-10 Tahun 2026 menghadirkan ratusan layangan dengan beragam bentuk, ukuran, dan kategori.
Pada hari pertama pelaksanaan, tercatat sebanyak 763 layangan ikut diterbangkan, yang terdiri dari jenis tradisional khas Bali, yakni Bebean, Pecukan, dan Janggan, yang terbagi dalam kategori plastik, remaja, dan dewasa.
Selain kategori tersebut, festival juga menghadirkan Bebean khas Sanur yang memperkuat identitas kawasan Sanur sebagai salah satu wilayah yang memiliki tradisi melayangan yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat.
Kemeriahan semakin terlihat dengan hadirnya layangan kreasi tiga dimensi (3D) dan flat. Para peserta menunjukkan kreativitas melalui bentuk dan desain yang lebih inovatif tanpa meninggalkan karakter seni layangan Bali.
Tak kalah menarik, sejumlah layangan big size turut ambil bagian dalam festival. Layangan kategori ini memiliki bentang sayap diatas enam meter, sehingga tampil mencolok ketika mengudara dan menjadi magnet perhatian masyarakat yang menyaksikan dari kawasan Pantai Mertasari.
Memasuki penyelenggaraan yang ke-10, Denpasar Kite Festival tidak hanya menjadi ajang menerbangkan layangan, tetapi juga menjadi wadah pelestarian budaya dan tradisi melayangan Bali.
Tema “Dasavarse Patanga Vaibhavam” menjadi penanda perjalanan satu dekade festival sekaligus semangat untuk terus menjaga keberadaan seni melayangan sebagai bagian dari warisan budaya Bali.
Ketua Umum Pelangi Denpasar, Ir. I Wayan Mariyana Wandhira, ST., MT., menegaskan pentingnya festival tersebut sebagai ruang untuk mempertahankan tradisi sekaligus mendorong kreativitas generasi penerus.
“Denpasar Kite Festival menjadi ruang untuk melestarikan tradisi melayangan sekaligus memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk terus berkreasi dan mencintai budaya Bali,” ujarnya.
Menurutnya, keberagaman jenis dan kategori layangan yang ditampilkan menunjukkan bahwa tradisi melayangan tetap memiliki tempat di tengah masyarakat, sekaligus terus berkembang melalui sentuhan kreativitas.
Rangkaian Denpasar Kite Festival ke-10 Tahun 2026 akan berlanjut pada Minggu (30/8/2026).
Pembukaan resmi festival direncanakan dilakukan oleh Wali Kota Denpasar, dan diharapkan semakin menyemarakkan pelaksanaan festival yang telah menjadi salah satu ruang pertemuan para pelayang, komunitas, generasi muda, serta masyarakat untuk bersama-sama merayakan tradisi melayangan Bali.
Dengan 763 layangan yang ambil bagian pada hari pertama, Denpasar Kite Festival ke-10 Tahun 2026 memperlihatkan bahwa tradisi melayangan masih memiliki daya tarik kuat.
Dari Bebean, Pecukan, Janggan, Bebean khas Sanur, layangan kreasi 3D dan flat hingga layangan big size, seluruhnya berpadu menghiasi langit Sanur dalam perayaan satu dekade festival.







