NUSA DUA, fokusbali.com – Pameran alutsista Korps Marinir TNI Angkatan Laut dan demonstrasi Rubber Duck Operation menjadi suguhan penutup Pacific Amphibious Leaders Symposium (PALS) 2023 pada Kamis (13/7/2023) di Nusa Dua.
PALS 2023 resmi ditutup oleh Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayor Jenderal TNI (Mar) Nur Alamsyah, SE, MM, M.Tr (Han) dan Komandan Pasukan Korps Marinir Amerika Serikat, Pasific, Letnan Jenderal William Jurney, ditandai dengan pemukulan gong.
“Selama hampir satu Minggu ini kita melaksanakan simposium banyak sekali hal yang bisa kita dapatkan. Hal itu bagus buat kita dalam rangka menjaga kemananan maritim di wilayah Indo-Pasifik,” ungkap Mayjend TNI Nur Alamsyah.
Sementara Letnan Jenderal William Jurney mengatakan, event ini juga menyeimbangkan fleksibilitas multi misi dalam merespon sebuah krisis, melayani, dan melindungi mereka yang membutuhkan.
“Ini adalah misi besar yang kita kerjakan bersama yang akan terus kita lanjutkan kedepan,” ujarnya.
Acara diawali dengan suguhan pameran alutsista Korps Marinir TNI Angkatan Laut yang digunakan untuk penanggulangan awal bencana.
Usai melihat statik show para delegasi menyaksikan video opening demonstrasi Rubber Duck Operation dan penjelasan oleh MC tentang demonstrasi RDO kepada seluruh delegasi yang hadir.
Pada kesempatan tersebut, Marinir Indonesia menampilkan demonstrasi kemampuan RDO atau Rubber Duck Operation dalam Humanitarian Assistance Disaster Relief serta peranan pasukan amfibi yang dimiliki oleh Marinir Indonesia.
Demonstrasi Rubber Duck Operation kali ini dilaksanakan oleh Pasukan Khusus (Pasus) TNI Angkatan Laut dari Detasemen Jalamangkara atau Denjaka dan Intai Amfibi Marinir (Taifib) dengan menggunakan tiga perahu karet dan 21 personel yang diterjunkan dari udara menggunakan pesawat Hercules TNI AU.
Rubber Duck Operation kali ini bertujuan memproyeksikan kekuatan dari udara lewat laut ke darat dengan menggunakan sarana perahu karet yang diangkut menggunakan pesawat dalam rangka penanggulangan bencana pada tahap awal guna melihat situasi dan kondisi awal pasca terjadinya bencana alam.
“Sehingga dapat dilaporkan ke satuan atas untuk tindakan selanjutnya dalam rangka memberikan bantuan serta dukungan sarana dan prasarana yang harus dikirim ke lokasi bencana, setelah pasukan mendarat dan mengevaluasi situasi daerah tersebut,” ungkap Dankormar.
Dalam kegiatan PALS 2023, Korps Marinir TNI Angkatan Laut dan Marines Forces Pacific (Marforpac) menjadi tuan rumah bersama pada kegiatan pertemuan para pemimpin atau Komandan Korps Marinir di wilayah Indo- Pasifik yang berlangsung sejak Senin (10/7/2023).
PALS adalah kegiatan tahunan yang diprakarsai oleh Marines Forces Pacific atau Pasukan USMC di wilayah Pasifik yang merupakan ajang pertemuan para pemimpin pasukan Amfibi/Marinir yang berada di kawasan Pasifik dan sekitarnya.
Diikuti 26 negara dengan tujuan untuk mempertemukan para Komandan Marinir/Satuan Amfibi seluruh negara yang berada di kawasan Indo-Pasifik dan juga merupakan perhelatan penting untuk memperkuat hubungan diantara komunitas negara yang memiliki kemampuan serbuan amfibi di wilayah Pasifik.
Sedangkan negara-negara peserta yang terlibat dalam diskusi tersebut membahas aspek-aspek penting dari operasi amfibi, kepemimpinan melalui modernisasi kekuatan dan pentingnya interoperabilitas multilateral dalam bantuan kemanusiaan dan tanggap bencana.
Selain seminar acara ini dirangkai dengan diskusi panel oleh para delegasi dan perwira perwira senior yang memiliki keahlian dari berbagai bidang, dengan harapan akan tercipta interaksi positif serta memberikan informasi kepada seluruh delegasi tentang pentingnya menjaga keamanan maritim di wilayah Indo-pasifik.
