Site icon Fokus Bali

Kapolresta Denpasar Tegaskan Akan Tindak Pelaku Korupsi BLT

Kapolresta saat silaturahmi ke Desa Adat Renon, di Jl. Tukad Badung, Densel, Sabtu (9/5). (ist)

Kapolresta saat silaturahmi ke Desa Adat Renon, di Jl. Tukad Badung, Densel, Sabtu (9/5). (ist)

DENPASAR, fokusbali.com – Kapolresta Denpasar AKBP Jansen Avitus Panjaitan, S.I.K., M.H. menegaskan pihaknya akan melakukan pengawasan terkait penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) ke warga terdampak COVID-19 dalam waktu dekat ini.

Hal itu disampaikan Kapolresta saat silaturahmi ke Desa Adat Renon, di Jl. Tukad Badung, Densel, Sabtu (9/5). Pada kesempatan tersebut, Kapolresta juga didampingi Kapolsek Densel dan Pejabat Utama.

Kapolresta menegaskan, Kepolisian dalam hal ini Polresta Denpasar akan melakukan pengawasan penyaluran bantuan tersebut di wilayahnya dan apabila ditemukan ada pelanggaran akan dikenakan sanksi hukum.

“Terkait BLT yang akan disalurkan pemerintah kami akan lakukan pengawasan dan apabila ada yang korupsi dalam situasi darurat hukumannya adalah hukuman mati, ini harus kita ingatkan kepada masyarakat baik yang menerima maupun pelaksana,” ujar Kapolresta Jansen Avitus Panjaitan.

Menurut Kapolresta, dalam situasi sekarang Polresta Denpasar dan jajarannya akan terus meningkatkaan kegiatan rutin terutama patroli dan polisi tidak segan akan memberikan tindakan tegas bagi para pelaku kejahatan saat pandemic seperti saat ini.

“Kami harap masyarakat memberi dukungan dengan langkah kami tegas terhadap para pelaku kejahatan agar situasi keamanan wilayah kita tetap kondusif,” tegasnya.

Kegiatan silaturahmi ini, lanjut Kapolresta, juga sebagai upaya menjaga keamanan wilayah tetap kondusif  dengan adanya kedatangan PMI (Pekerja Migran Indonesia) ditengah pandemi COVID-19.

Di Renon sendiri sampai saat ini sudah ada 46 orang PMI dan ABK yang dalam pengawasan satgas penanganan COVID-19 Renon.

Kapolresta Denpasar sangat memberikan apresiasi kepada bendesa adat dan warga renon yang sudah menerima dengan baik keberadaan para PMI diwilayahnya tanpa ada penolakan seperti diwilayah lain, serta satgas yang sudah berupaya bekerja dengan maksimal.

Sementara Bendesa Adat Renon I Made Sutama menyampaikan, bahwa sampai saat ini wilayahnya sangat terbuka dalam menerima kedatangan PMI dan sudah bekerjasama dengan aparat keamanan khususnya Polsek Denpasar Selatan.

“Memang masih terdapat beberapa masalah seperti keberadaan warga luar yang mencari nafkah diwilayah Renon akan menimbulkan keresahan. Dalam hal ini satgas gotong royong terus memberikan edukasi sesuai dengan Imbauan Pemerintah ditengah wabah corona,” pungkas Made Sutama.

Exit mobile version